SURABAYA, diluartv.id– Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan tim Urban Search and Rescue (Urban SAR) NAP-114 untuk merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Ujung Galuh, pada Kamis (23/07). Gempa yang berpusat di laut pada kedalaman 5 kilometer itu berada pada koordinat 7°19’ LS dan 112,70° BT.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), segera mengerahkan tim Urban SAR NAP-114 setelah menerima informasi mengenai kejadian gempa bumi dan mendalami dampak yang ditimbulkan di wilayah Ujung Galuh.
Berdasarkan hasil asesmen awal yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ujung Galuh, terdapat lima sektor yang terdampak bencana. Tim Urban SAR NAP-114 mendapat penugasan untuk memusatkan operasi pencarian dan pertolongan di Sektor B, meliputi wilayah Kecamatan Dukuh Paksi yang dilaporkan menjadi kawasan dengan dampak kerusakan paling parah.
Setelah melakukah tahapan Assessement Search and Rescue (ASR) 2, tim rescue mendapati bahwa pada sektor B1 dan B2 diklasifikasikan menjadi triage category B dimana terdapat masing masing satu korban dalam kondisi hidup dengan estimasi waktu evakuasi lebih dari dua belas jam.
Sedangkan pada sektor B3, terdapat tanda bahwa adanya satu korban hidup dengan estimasi waktu evakuasi kurang dari dua belas jam. Di satu sektor lainnya, ditemukan satu korban dalam keadaan meninggal dunia dan sektor lainnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda korban.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim USAR perlu membuka akses untuk dapat menjangkau korban dan memberikan bantuan medis sebelum akhirnya dievakuasi untuk menuju ke rumah sakit.
Skenario diatas merupakan gambaran simulasi yang dilakukan oleh Kantor SAR Surabaya sejak Kamis (23/07) hingga Jumat (24/07) pagi. Simulasi Urban SAR ini digelar dalam rangkaian kegiatan diseminasi National Accreditation Process (NAP) yang dimulai sejak Senin (20/07) lalu.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa diseminasi ini merupakan langkah untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan tiap personil agar setiap usaha penyelamatan yang dilakukan bisa mencapai hasil yang maksimal dengan tetap menjaga keselamatan personil.
Diseminasi NAP ini sendiri merupakan langkah strategis Basarnas dalam membangun standar kapabilitas tim dalam operasi penyelamatan di bagunan runtuh atau yang sering disebut USAR sesuai dengan metodologi INSARAG (International Search dan Rescue Advisory Group).
Diharapkan dengan adanya diseminasi ini, seluruh komponen operasi SAR di Kantor SAR Kelas A Surabaya memiliki pemahaman menyeluruh terhadap prinsip-prinsip, struktur, dan prosedur operasional USAR dalam kerangka NAP, termasuk penguatan dokumen kebijakan internal, kesiapsiagaan tim, pengelolaan peralatan, dukungan logistik, serta interoperabilitas lintas sektor.
Penulis : Fari Alman
Editor : Didik Setia Budi







