YOGYAKARTA, diluartv.id- Jenang dan berbagai variannya merupakan kuliner tradisional khas Yogyakarta yang masih eksis hingga saat ini. Salah satu yang paling diminati adalah jenang gempol, sajian bubur sumsum gula merah bersanding bola-bola tepung beras dan kuah santan gurih.
Meskipun penjual jenang tidak sebanyak dahulu, jajanan ini masih dapat ditemukan di sejumlah pasar tradisional Yogyakarta. Salah satunya berada di Pasar Pathuk, tempat Lapak Jenang Gempol Bu Tum selalu ramai dikunjungi pembeli.
Pemilik lapak Tuminah, atau yang akrab disapa Bu Tum, mengaku telah berjualan jenang gempol sejak 2006. Usaha kuliner tersebut merupakan warisan keluarga yang dipertahankan secara turun-temurun.
“Saya ini sudah generasi ketiga yang berjualan di Pasar Pathuk ini. Kalau simbah saya sudah sejak tahun 1950-an berjualan jenang gempol ini, dan ini resep turun-temurun dari keluarga saya,” katanya, Selasa, 21 Juli 2026.
Di lapaknya, Bu Tum juga menyediakan es cincau yang menyegarkan. Satu porsi jenang gempol yang berisi bola-bola tepung beras, bubur sumsum gula merah, dan siraman kuah santan kelapa dibanderol dengan harga Rp5.000 saja per porsi.
Lapak ini beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB dan biasanya habis lebih cepat pada akhir pekan. Pembeli yang ingin mencicipi hidangan tersebut dapat mengunjungi pintu barat Pasar Pathuk.
Perpaduan rasa asin-gurih dari bola gempol dan manisnya bubur sumsum gula merah menjadikan hidangan ini pas dinikmati sebagai menu sarapan maupun kudapan manis, ujarnya.
Penulis : Heny Setyowati
Editor : Didik Setia Budi







