Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Avatar of Redaksi

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fauzi As. (Diluartv Photo)

Fauzi As. (Diluartv Photo)

SUMENEP, diluartv.id- Kemarin saya duduk satu gazebo dengan Brigjen TNI Kohir. Bukan di ruang rapat mewah.
Bukan di hotel berbintang.

Tetapi di sebuah gazebo sederhana di Desa Matanair, Kabupaten Sumenep. Di tengah kawasan integrated farming, di antara tanah, rumput, ternak, dan mimpi-mimpi kecil masyarakat desa yang sering tak terdengar negara.

Di tempat sederhana itu, saya melihat sesuatu yang mulai langka pada banyak pejabat hari ini: seorang pemimpin yang bekerja dengan insting dan hati.

Beliau berbicara banyak hal. Tentang tugas. Tentang rakyat. Tentang bagaimana seorang pemimpin tidak boleh bekerja hanya karena diperintah.

Kalimatnya sederhana, tetapi menampar:
“Jangan sampai ditanya oleh pimpinan.”
Lalu ia melanjutkan:
“Kita harus memahami keinginan pimpinan apa lagi searah dengan kebutuhan rakyat.”

Kalimat itu terdengar biasa. Tetapi di negeri yang terlalu banyak pejabat bekerja setelah ditegur, ucapan itu terasa seperti tamparan keras.

Hari ini kita hidup di zaman ketika banyak orang baru bergerak setelah ada surat. Setelah ada tekanan. Setelah viral. Setelah dimarahi atasan. Bahkan ada yang bekerja hanya demi laporan dan dokumentasi.

Tetapi Brigjen Kohir tampaknya berbeda.
Ia terlihat memahami bahwa tugas bukan sekadar menjalankan perintah, melainkan membaca keadaan sebelum keadaan berubah menjadi masalah.

Mungkin itu sebabnya karier militernya terus naik hingga resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal dan dipercaya menjadi Danrem 084/Bhaskara Jaya Surabaya menggantikan Brigjen TNI Danny Alkadrie.

READ  DPRD Sumenep Nyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Sekda, Pembahasan KUA-PPAS 2027 Dipending

Namun bagi saya, pangkat bukan bagian paling menarik dari dirinya.

Yang menarik justru cara berpikirnya.
Di tengah kultur birokrasi yang sering lambat, Brigjen Kohir tampak memiliki pola kerja teritorial yang hidup. Ia tidak memandang rakyat sebagai objek seremoni, tetapi sebagai denyut utama pengabdian.

Selama memimpin Korem 083/Baladhika Jaya Malang, ia dikenal humanis, komunikatif, dan aktif membangun pendekatan persuasif dengan masyarakat. Ia mendorong prajurit hadir di tengah persoalan sosial, bukan sekadar menjaga barak dan rutinitas administratif.

Dan mungkin di situlah letak kekuatannya.
Ia memahami bahwa keamanan bukan hanya soal senjata, tetapi juga soal perut rakyat, ketahanan sosial, pertanian, ekonomi desa, hingga rasa percaya masyarakat kepada negara.

Di Matanair waktu itu, saya melihat matanya lebih banyak memandang masa depan desa daripada sibuk membicarakan dirinya sendiri. Ia berbicara tentang inisiatif. Tentang membaca arah sebelum diperintah. Tentang bagaimana seorang prajurit seharusnya tidak menjadi robot birokrasi.

Dan terus terang, ucapan itu terasa semakin mahal di negeri yang terlalu banyak dipenuhi mental “asal bapak senang”.
Karena faktanya, banyak pemimpin hari ini lebih takut kepada atasan daripada takut mengecewakan rakyat.

READ  Merdeka di Tiang Bendera

Banyak yang sibuk mencari aman.
Sedikit yang berani mengambil langkah.
Brigjen Kohir tampaknya memilih jalan kedua.

Mungkin itulah sebabnya ia dipercaya menduduki wilayah strategis seperti Korem 084/Bhaskara Jaya Surabaya. Sebab Surabaya bukan wilayah biasa. Ia adalah pusat ekonomi, pemerintahan, dan denyut penting Jawa Timur.

Jabatan itu membutuhkan bukan hanya ketegasan militer, tetapi juga kecerdasan membaca situasi sosial masyarakat.

Dan dari percakapan sederhana di gazebo Matanair itu, saya menangkap satu hal:
Brigjen Kohir bukan tipe pemimpin yang menunggu masalah datang ke meja. Ia lebih memilih mendatangi realitas sebelum realitas berubah menjadi ancaman.

Menariknya lagi, pada 17 Mei kemarin beliau genap berusia 49 tahun.
Usia yang sebenarnya masih sangat produktif bagi seorang perwira tinggi.

Tetapi jika umur dihitung dari ritme kerja, tekanan tugas, dan sedikitnya waktu istirahat, mungkin “usia pengabdiannya” sudah jauh lebih tua dari angka di kartu identitas.

Sebab banyak jenderal tidur delapan jam.
Tetapi ada juga jenderal yang tidur sambil tetap memikirkan wilayahnya.

Dan Brigjen Kohir tampaknya masuk golongan kedua. Beliau sendiri pernah bercerita bagaimana pentingnya memahami karakter pimpinan. Terutama ketika berbicara tentang Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin.
“Beliau pekerja keras dan disiplin,”
katanya menjelaskan sosok pimpinannya.

READ  Wamendes Ahmad Riza Patria Ajak Mahasiswa, Bangun Desa dengan Teknologi

Dari sana saya memahami satu hal: disiplin ternyata menular. Etos kerja juga menular.
Ketika pimpinan di atas memiliki ritme kerja tinggi, maka bawahannya dipaksa ikut bergerak cepat.

Tidak ada ruang terlalu lama untuk bermalas-malasan, menunda pekerjaan, atau hanya sibuk membuat laporan pencitraan. Dan mungkin itu sebabnya Brigjen Kohir terlihat mampu beradaptasi dengan berbagai karakter kepemimpinan tanpa kehilangan jati dirinya sebagai prajurit lapangan.

Ia tahu kapan harus tegas.
Ia tahu kapan harus mendengar.
Dan ia tahu bahwa rakyat tidak selalu membutuhkan pidato panjang. Kadang rakyat hanya butuh pemimpin yang benar-benar hadir.
Di tengah banyak pejabat yang sibuk membangun citra di media sosial, masih ada orang-orang yang diam-diam membangun kerja nyata di lapangan.

Mungkin Brigjen Kohir salah satunya.
Maka melalui tulisan sederhana ini, saya pribadi mengucapkan:

Selamat ulang tahun ke-49 Brigjen TNI Kohir.
Semoga tetap sehat, kuat, rendah hati, dan terus menjadi pemimpin yang bekerja bukan karena takut ditegur atasan, tetapi karena takut mengecewakan rakyat.

Karena pada akhirnya, rakyat tidak terlalu peduli berapa bintang di pundak seorang pemimpin.
Rakyat hanya ingin tahu satu hal sederhana:
“Apakah saat kami susah, pemimpin itu hadir… atau hanya muncul saat kamera dinyalakan?”

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Raih Penghargaan “Penggerak Transformasi Institusi Polresta Sumenep” Pada Anniversary 4th Ketik.Com
Siapkan 300 Ritel, Rokok Makayasa Bangun Jaringan Baru Pawitandirogo
YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali
YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi
Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak
BRI Buka Outlet Baru di Kawasan Pergudangan Safe & Lock, Hadirkan Layanan Perbankan dengan Dukungan Bahasa Inggris dan Mandarin
Satreskrim Polresta Sumenep Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual
Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 311 Pil Y Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 01:16 WIB

Kapolresta Sumenep Raih Penghargaan “Penggerak Transformasi Institusi Polresta Sumenep” Pada Anniversary 4th Ketik.Com

Rabu, 9 September 2026 - 19:46 WIB

Siapkan 300 Ritel, Rokok Makayasa Bangun Jaringan Baru Pawitandirogo

Rabu, 9 September 2026 - 17:14 WIB

YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali

Selasa, 8 September 2026 - 12:22 WIB

YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi

Jumat, 4 September 2026 - 10:54 WIB

Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak

Berita Terbaru