RSUD Sumenep Perketat Validasi Data, Tekan Potensi Kesalahan Medis

Avatar of Redaksi

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD dr. Mohammad Anwar Sumenep. (Foto Istimewa)

RSUD dr. Mohammad Anwar Sumenep. (Foto Istimewa)

SUMENEP, diluartv.id- Di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin cepat dan akurat, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep memperkuat sistem validasi data medis guna meminimalkan potensi kesalahan pelayanan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien melalui data kesehatan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penguatan sistem tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Validasi Data yang berlangsung di Ruang Pertemuan Smiley lantai 3 RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep beberapa waktu lalu. Kegiatan itu difokuskan untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap potensi kekeliruan medis akibat data yang tidak akurat.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa pelayanan rumah sakit saat ini tidak hanya dituntut cepat, namun juga harus ditopang oleh ketepatan informasi medis dalam setiap proses pelayanan pasien.

“Rumah sakit modern tidak lagi hanya bertumpu pada kecepatan layanan, tetapi harus berdiri di atas ketepatan data sebagai dasar setiap keputusan klinis,” kata dr. Erliyati, Selasa (12/5/2026).

READ  Pledoi Kasus ODGJ Sapudi: Terdakwa Menangis di Sidang, Korban Cekikan Justru Dipenjara

Menurutnya, validasi mutu menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan rumah sakit karena menyangkut seluruh proses pelayanan, mulai dari prosedur medis, penggunaan alat kesehatan, sistem layanan, hingga hasil akhir yang diterima pasien.

Ia menjelaskan, proses validasi dilakukan secara berkelanjutan melalui tahapan pengukuran, evaluasi, hingga pembuktian ulang agar standar mutu pelayanan tetap terjaga secara konsisten.

“Tanpa validasi yang kuat, risiko kesalahan medis, infeksi rumah sakit, hingga kejadian tidak diharapkan bisa meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan pasien,” urainya.

RSUD Sumenep menilai kesalahan data sekecil apa pun dapat memengaruhi pengambilan keputusan klinis dan berisiko terhadap kondisi pasien. Karena itu, validasi data kini ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama dalam sistem perlindungan pasien di lingkungan rumah sakit.

Dalam pelatihan tersebut, sejumlah sektor pelayanan menjadi perhatian khusus, mulai dari proses pendaftaran pasien, layanan rawat inap, tindakan operasi, hingga pemberian obat. Seluruh tahapan pelayanan itu disebut harus berada dalam pengawasan mutu yang ketat.

READ  Tim SAR Gabungan Temukan Satu dari Dua Korban Kapal Tenggelam Di Gresik

“Validasi alat kesehatan juga menjadi perhatian serius untuk memastikan seluruh perangkat medis bekerja presisi melalui kalibrasi dan pengujian rutin,” jelas Erliyati.

Selain validasi alat kesehatan, rumah sakit juga memperkuat ketelitian pada rekam medis dan dokumentasi pelayanan. Hal itu dinilai penting karena menjadi dasar dalam penyusunan indikator mutu rumah sakit.

Program keselamatan pasien turut menjadi fokus utama, terutama terkait identifikasi pasien, pencegahan infeksi di rumah sakit, serta pengawasan penggunaan obat-obatan berisiko tinggi.

“Seluruh proses validasi dilakukan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, analisis data, hingga tindak lanjut perbaikan terhadap setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam pelayanan,” terangnya.

Saat ini RSUD Sumenep terus melakukan pemantauan terhadap berbagai indikator mutu pelayanan, di antaranya angka infeksi rumah sakit, waktu tunggu pasien, tingkat kepuasan pasien, ketepatan pemberian obat, angka pasien jatuh, hingga keberhasilan tindakan operasi.

READ  Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Meski begitu, pihak rumah sakit mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan sistem validasi, seperti keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya sistem digitalisasi, hingga budaya ketelitian data yang masih perlu diperkuat di beberapa unit pelayanan.

Namun demikian, dr. Erliyati memastikan bahwa kualitas pelayanan dan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama rumah sakit tanpa kompromi.

“Tidak ada toleransi untuk data yang salah, tidak ada ruang untuk prosedur yang tidak tervalidasi, dan tidak ada kelonggaran terhadap risiko yang mengancam keselamatan pasien,” jelas dia, menegaskan.

Ia berharap pelatihan validasi data tersebut dapat meningkatkan kemampuan para validator mutu di setiap unit pelayanan agar seluruh proses pelayanan kesehatan berjalan lebih akurat, konsisten, dan aman bagi pasien.

“Keselamatan pasien bukan sekadar target layanan, tetapi komitmen yang dimulai dari satu hal paling mendasar, yakni kebenaran data,” tandasnya. (tyas/red)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Raih Penghargaan “Penggerak Transformasi Institusi Polresta Sumenep” Pada Anniversary 4th Ketik.Com
Siapkan 300 Ritel, Rokok Makayasa Bangun Jaringan Baru Pawitandirogo
YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali
YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi
Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak
BRI Buka Outlet Baru di Kawasan Pergudangan Safe & Lock, Hadirkan Layanan Perbankan dengan Dukungan Bahasa Inggris dan Mandarin
Satreskrim Polresta Sumenep Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual
Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 311 Pil Y Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 01:16 WIB

Kapolresta Sumenep Raih Penghargaan “Penggerak Transformasi Institusi Polresta Sumenep” Pada Anniversary 4th Ketik.Com

Rabu, 9 September 2026 - 19:46 WIB

Siapkan 300 Ritel, Rokok Makayasa Bangun Jaringan Baru Pawitandirogo

Rabu, 9 September 2026 - 17:14 WIB

YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali

Selasa, 8 September 2026 - 12:22 WIB

YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi

Jumat, 4 September 2026 - 10:54 WIB

Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak

Berita Terbaru