Pasien Meninggal Akibat Campak di Sumenep Bertambah Jadi 22

Avatar of Redaksi

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 22:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Puskesmas menyisir sekolah dalam pelaksanaan vaksinasi massal di Sumenep, Jawa Timur. (Foto Istimewa)

Petugas Puskesmas menyisir sekolah dalam pelaksanaan vaksinasi massal di Sumenep, Jawa Timur. (Foto Istimewa)

SUMENEP, diluartv.id- Jumlah pasien meninggal akibat campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kembali bertambah menjadi 22 anak. Dua pasien anak ini sebelumnya dirawat di ruang isolasi Puskesmas.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri, Kamis (18/9/2025). Saat ini menurut Syamsuri, pihaknya masih terus menggencarkan proses vaksinasi campak di desa-desa.

“Di pertengahan September ini ada dua lagi pasien anak meninggal karena campak. Jadi jumlah bertambah dari 20 jadi 22. Tapi secara umum, jumlah pasien yang diisolasi menurun. Sebelumnya ada 100 pasien, sekarang sisa 25 pasien saja,” terang Achmad Syamsuri di kantornya.

READ  Kuasa Hukum H. Latib: Kasus ini Perdata

Lebih lanjut menurut Syamsuri, capaian sasaran vaksinasi campak juga masih terus digenjot agar mendekati target 100 persen.

“Sekarang yang divaksin sudah berjumlah 65.289 pasien. Sementara untuk sasaran vaksin berjumlah 72.969 pasien. Jadi masih ada 7000 an anak yang belum divaksin,” imbuh Syamsuri.

READ  Komunitas Peduli Pendidikan Kecam Arogansi Oknum LSM di Sekolah

Terpisah, Kepala Puskesmas Pamolokan Sumenep drg. Novia Sri Wahyuni mengatakan memang ada kendala dalam melaksanakan program vaksinasi massal campak. Salah satunya adalah ketakutan orang tua anak.

“(Ketakutan) itu memang kendala. Jadi kami harus benar-benar meyakinkan orang tua anak. Sebelum diberi vaksin, kami sosialisasikan dulu pentingnya pemberian vaksin ini. Karena mereka bahkan bilang vaksin itu haram,” terang Novi.

READ  Ketua DPRD Sumenep Ikuti Retret Kepemimpinan di Magelang

Sebelumnya, Dinkes P2KB Sumenep telah resmi memperpanjang vaksinasi massal campak selama dua pekan ke depan. Dengan begitu maka program ini akan berakhir pada tanggal 27 September 2025 mendatang. (red)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali
YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi
Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak
BRI Buka Outlet Baru di Kawasan Pergudangan Safe & Lock, Hadirkan Layanan Perbankan dengan Dukungan Bahasa Inggris dan Mandarin
Satreskrim Polresta Sumenep Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual
Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 311 Pil Y Berhasil Diamankan
Madura Culture Festival Sumenep 2026 Dibuka
Walikota Tegal Kunjungi Pulau Oksigen Giliyang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:14 WIB

YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali

Selasa, 8 September 2026 - 12:22 WIB

YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi

Jumat, 4 September 2026 - 10:54 WIB

Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak

Jumat, 4 September 2026 - 10:39 WIB

BRI Buka Outlet Baru di Kawasan Pergudangan Safe & Lock, Hadirkan Layanan Perbankan dengan Dukungan Bahasa Inggris dan Mandarin

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Satreskrim Polresta Sumenep Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual

Berita Terbaru