SURABAYA, diluartv.id- Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya menggelar doa bersama atas kabar hilangnya lima jurnalis saat hendak melakukan peliputan aktivitas erupsi yang terjadi di kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
Acara tersebut digelar di Taman Apsari, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya pada sekitar pukul 17.00 WIB. Tak hanya anggota PFI, puluhan jurnalis dari berbagai media massa daring maupun cetak juga turut serta bersama menghaturkan doa kepada Sang Khalik untuk memohon keselamatan dari para awak media yang dikabarkan hilang tersebut.
Terlihat, dua sampai empat orang menyalakan lilin sebagai simbol harapan untuk kepulangan mereka, serta sebagian lainnya duduk bersila sembari membawa poster yang berisikan potret wajah kelima jurnalis yang hilang kontak tersebut.
Seperti diketahui, lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, antara lain adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari Kantor Berita Antara, Arie Basuki jurnalis Merdeka.com, Daus jurnalis agensi berita Anadolu, Yudhistira jurnalis iNews, serta Donal Husni fotografer lepas.
Mereka duduk melingkar sembari menampakkan tersebut bersamaan dengan lilin yang terlebih dahulu direkatkan. Selanjutnya, belasan jurnalis mulai memanjatkan doa bersama ketika waktu menjelang Magrib.
Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya Suryanto mengatakan kegiatan tersebut adalah wujud empati kolega jurnalis di wilayah setempat terhadap wartawan maupun kru kapal yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh personel gabungan di lapangan.
“Sebenarnya ini bukan aksi, tapi doa bersama untuk lima orang jurnalis dan tiga orang kru yang saat ini masih dalam pencarian,” kata Suryanto.
Suryanto menyebut lilin yang dinyalakan tersebut ialah simbol pengharapan dari jurnalis Surabaya agar kelima wartawan serta kru kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Simbol lilin adalah simbol harapan dari kami semua agar kelima dan tiga orang rekan kami itu bisa segera ditemukan, itu adalah lilin harapan sebenarnya,“ ujarnya.
Selain itu, PFI juga telah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah instansi terkait, baik perusahaan media tempat para jurnalis tersebut bekerja serta petugas SAR gabungan agar proses pencarian lebih ditingkatkan. Tak hanya itu, mereka juga turut memberikan pendampingan bagi keluarga korban yang hilang.
Suryanto menjelaskan PFI juga telah berkoordinasi dengan kantor media Anadolu yang berkedudukan di Ankara, Turki guna memastikan kabar hilangnya Daus agar dapat dijadikan sebagai perhatian yang serius oleh segenap jajaran redaksi.
“Teman-teman ini yang tidak hanya bekerja di media nasional. Kayak Mas Daus itu, dia di Anadolu. Saya sudah berkoordinasi dengan teman-teman Anadolu yang lain untuk memastikan apakah pihak dari Turki sudah tahu. Ternyata memang kasus hilangnya Mas Daus saat peliputan ini sudah di-notice sama editor yang ada di Turki,” ujarnya.
Penulis : Sari Kusumaning Tias
Editor : Didik Setia Budi








