Lulusan SMA di Surabaya Meninggal Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Kakek Korban Harap Keadilan

Avatar of Redaksi

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lulusan SMA di Surabaya Meninggal Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Kakek Korban Harap Keadilan. (Diluartv Photo)

Lulusan SMA di Surabaya Meninggal Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Kakek Korban Harap Keadilan. (Diluartv Photo)

SURABAYA, diluartv.id- Duka mendalam menyelimuti keluarga Thomas Julianus Kristianto (19), pemuda yang baru saja menuntaskan pendidikan tingkat SMA. Thomas meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan yang melibatkan sejumlah oknum perguruan silat di Surabaya.

Kepergian Thomas menyisakan kesedihan mendalam bagi sang kakek, Margono (88), yang selama ini merawat dan membesarkan cucunya sejak kedua orang tua korban meninggal dunia ketika Thomas masih duduk di bangku SMP.

Saat ditemui di rumah duka, Kamis (4/6/2026), Margono mengenang momen terakhir sebelum cucunya pergi untuk selamanya. Menurutnya, malam itu Thomas hanya berpamitan untuk keluar rumah bersama seorang teman.

“Dia pamit mau keluar sebentar. Tapi sampai lama tidak pulang. Tidak lama kemudian, temannya datang memberi kabar kalau Thomas berada di dokter Danu,” ujar Margono.

READ  Penderita TBC di Sumenep Capai 551 Kasus

Mendapat kabar tersebut, keluarga langsung menuju lokasi tempat korban mendapatkan perawatan awal. Namun saat tiba, kondisi Thomas sudah tidak sadarkan diri dan mengalami luka serius di bagian kepala.

“Sudah tidak sadar. Darah keluar dari kepalanya,” kenang Margono dengan mata berkaca-kaca.

Karena fasilitas kesehatan tempat korban pertama kali ditangani merupakan rumah sakit bersalin, keluarga kemudian berupaya mencari rujukan agar Thomas bisa memperoleh penanganan medis yang lebih lengkap.

Setelah sempat mengalami kendala mendapatkan ambulans, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan intensif. Namun, meski telah mendapat tindakan medis dan operasi, nyawa Thomas tidak dapat diselamatkan.

READ  Polisi Selidiki Kejadian Nelayan Meninggal Akibat Perahu Karam di Pakamban Laok

“Setelah operasi, pagi sekitar pukul 05.00 WIB, Thomas dinyatakan meninggal dunia,” tutur Margono.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut terjadi di kawasan belakang SMA Negeri 11 Surabaya, sekolah tempat Thomas menempuh pendidikan.

“Kabarnya kejadian di belakang SMA 11, dekat warung di sekitar situ,” katanya.

Meski mendengar informasi bahwa cucunya diduga menjadi korban pemukulan oleh sejumlah orang, pihak keluarga masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian untuk mengetahui kronologi dan pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Saat ini, jenazah Thomas masih menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya. Sementara itu, aparat kepolisian disebut telah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta di balik kasus tersebut.

READ  Pencuri Uang 5 Ribu Dituntut 4 Bulan Penjara

Bagi Margono, kehilangan Thomas merupakan pukulan berat. Selama bertahun-tahun, ia menjadi satu-satunya keluarga yang mendampingi dan membesarkan korban hingga lulus SMA.

Di mata sang kakek, Thomas dikenal sebagai pribadi yang baik, rajin beribadah, serta memiliki prestasi akademik yang terus menunjukkan peningkatan. Bahkan, sebelum kejadian tragis itu terjadi, Thomas baru saja menyelesaikan pendidikan SMA dan tengah menunggu jadwal pengambilan ijazah kelulusannya.

“Anaknya baik, sekolahnya juga bagus, rajin ke gereja,” ungkap Margono.

Kini, di usia yang telah menginjak 88 tahun, Margono hanya berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus yang merenggut nyawa cucunya.

“Kami hanya ingin keadilan,” ucapnya lirih. (far/red)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Raih Penghargaan “Penggerak Transformasi Institusi Polresta Sumenep” Pada Anniversary 4th Ketik.Com
Siapkan 300 Ritel, Rokok Makayasa Bangun Jaringan Baru Pawitandirogo
YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali
YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi
Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak
BRI Buka Outlet Baru di Kawasan Pergudangan Safe & Lock, Hadirkan Layanan Perbankan dengan Dukungan Bahasa Inggris dan Mandarin
Satreskrim Polresta Sumenep Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual
Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 311 Pil Y Berhasil Diamankan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 01:16 WIB

Kapolresta Sumenep Raih Penghargaan “Penggerak Transformasi Institusi Polresta Sumenep” Pada Anniversary 4th Ketik.Com

Rabu, 9 September 2026 - 19:46 WIB

Siapkan 300 Ritel, Rokok Makayasa Bangun Jaringan Baru Pawitandirogo

Rabu, 9 September 2026 - 17:14 WIB

YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali

Selasa, 8 September 2026 - 12:22 WIB

YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi

Jumat, 4 September 2026 - 10:54 WIB

Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak

Berita Terbaru