LAMONGAN, diluartv.id- Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menutup pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah di SMP Negeri 1 Babat dan PAUD Al-Wardah, Jumat 17 Juli 2026. Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian MPLS yang telah berlangsung selama lima hari di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Lamongan.
Dalam kesempatan itu, Dirham mengatakan MPLS Ramah bertujuan membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah, membangun interaksi sosial yang sehat, serta beradaptasi dengan budaya belajar di jenjang pendidikan yang baru. Menurutnya, masa transisi dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama merupakan fase penting sehingga para siswa perlu mendapatkan pendampingan dan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta ramah.
“Selama satu minggu MPLS bertujuan mengenalkan adik-adik pada lingkungan sekolah yang baru. Dari SD ke SMP tentu ada perubahan, baik dalam interaksi sosial dengan teman sebaya maupun dengan kakak kelas,” ujarnya.
Ia mengapresiasi pelaksanaan MPLS di berbagai sekolah yang telah dipantaunya secara langsung. Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh kegiatan berjalan kondusif, aman, nyaman, dan memberikan pengalaman positif bagi peserta didik baru. “Alhamdulillah, beberapa sekolah yang saya kelilingi di Kabupaten Lamongan semuanya kondusif, aman, nyaman, dan ramah untuk siswa-siswa baru,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Dirham juga berpesan kepada siswa kelas VII agar tidak melakukan maupun menjadi korban perundungan. Sementara itu, siswa kelas VIII dan IX diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus membimbing adik kelas agar merasa nyaman selama menempuh pendidikan.
“Bagi yang kelas VII jangan ada bullying atau perundungan. Untuk kelas VIII dan IX, jadilah kakak yang membimbing adik-adiknya agar nyaman bersekolah di SMP Negeri 1 Babat dan mampu berprestasi untuk menggapai cita-citanya,” tuturnya.
Dirham menegaskan lima hari pelaksanaan MPLS Ramah merupakan pondasi awal yang sangat penting bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan di masa mendatang. “Semoga lima hari pertama ini menjadi pondasi yang kuat bagi adik-adik untuk menjalani kehidupan di dunia pendidikan, menimba ilmu, meraih prestasi, dan menggapai cita-cita di masa depan,” jelasnya.
Kepala SMP Negeri 1 Babat, Muhammad Munir, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Lamongan terhadap penyelenggaraan MPLS Ramah. Menurutnya, kehadiran Wakil Bupati Lamongan dalam penutupan kegiatan menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik baru.
“Ini merupakan bukti bagaimana apresiasi dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Lamongan terhadap pelaksanaan MPLS Ramah dan dunia pendidikan secara umum. Dukungan pemerintah menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas,” kata Munir.
Menurut Munir, pelaksanaan MPLS kini telah mengalami perubahan paradigma. Jika pada masa lalu identik dengan perploncoan, kini seluruh kegiatan difokuskan untuk membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru melalui pendekatan yang ramah, inklusif, dan menyenangkan.
“Kami ingin siswa baru merasa nyaman, tenang, dan betah belajar di sekolah. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda sehingga membutuhkan proses penyesuaian. Melalui MPLS Ramah, kami berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka sejak hari pertama masuk sekolah,” tuturnya.
Munir mengungkapkan, pada tahun ajaran 2026/2027, SMP Negeri 1 Babat menerima sebanyak 357 siswa baru di kelas VII. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dan menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SMP Negeri 1 Babat. Ia berharap arahan dan motivasi yang diberikan Wakil Bupati Lamongan pada penutupan MPLS Ramah dapat menambah semangat para siswa baru untuk belajar, berprestasi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.(moh/red)













