LAMONGAN, diluartv.id- Insiden kebakaran hebat menghanguskan satu unit bangunan yang berfungsi sebagai rumah tinggal sekaligus Kantor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Alam Bersatu Jaya di Jalan Suwoko No. 59, Kelurahan Tlogoanyar, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan pada Jumat (17/7) dini hari. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB ini diduga kuat dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik di salah satu kamar tidur.
Rumah berukuran sekitar 242 meter persegi yang dijadikan kantor LSM Alam Bersatu Jaya tersebut diketahui merupakan milik Ahmad Sultoni (49), seorang warga yang berdomisili di Perum Zam-Zam Residence Lamongan. Kobaran api pertama kali diketahui oleh warga setempat yang melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang langsung membesar dari dalam rumah tersebut.
Kepala Satpol PP Kabupaten Lamongan, Achmad Edwyn Anedi, membenarkan adanya musibah kebakaran tersebut. Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat mengerahkan personel setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu mendapat laporan dari warga pada pukul 03.58 WIB, tim di pos Lamongan langsung bersiap. Armada kami berangkat pukul 04.00 WIB dan tiba di lokasi kejadian hanya dalam waktu lima menit, yakni pukul 04.05 WIB karena jaraknya relatif dekat, sekitar 3 kilometer,” ujar Edwyn saat dikonfirmasi awak media Jumat (17/7) pagi.
Untuk menjinakkan si jago merah, Bidang Damkar Lamongan menerjunkan sedikitnya 2 unit armada pemadam bersama 7 personel rescue. Setibanya di tempat kejadian kebakaran (TKK), petugas langsung berjibaku melokalisir amukan api agar tidak merembet ke bangunan sekitar pemukiman padat.
“Dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik yang berada di dalam kamar. Api dengan cepat membesar karena material di dalam rumah. Namun, berkat kesigapan anggota di lapangan dan bantuan gotong royong warga, api berhasil dipadamkan sepenuhnya secara aman pada pukul 05.40 WIB,” tambah Edwyn.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka (nihil) dalam peristiwa menegangkan di waktu subuh ini. Kendati demikian, kerugian materiil akibat amukan si jago merah ditaksir mencapai Rp 150 juta rupiah karena bangunan utama dan inventaris kantor mengalami kerusakan cukup parah.
Meski mengalami kerugian ratusan juta, kesigapan petugas di lapangan berhasil menyelamatkan sejumlah aset berharga dari dalam rumah dan kantor tersebut senilai kurang lebih Rp 300 juta rupiah. Di antaranya berupa 4 unit sepeda motor, berbagai peralatan elektronik penting, beberapa barang isi rumah, serta pengamanan terhadap bangunan di sekitarnya.
Edwyn kembali mengimbau kepada masyarakat luas untuk senantiasa waspada dan rutin memeriksa kelayakan instalasi listrik di rumah maupun tempat aktivitas masing-masing, guna mencegah musibah serupa kembali terjadi di kemudian hari.(moh/red)













