SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Avatar of Redaksi

- Penulis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fauzi As (istimewa)

Fauzi As (istimewa)

SUMENEP, diluartv.id-

Kepada Yth.
Bapak Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia
di Jakarta

Dengan hormat,
Di ujung timur Madura, di sebuah kabupaten bernama Sumenep, hukum sudah kehilangan mata. Ia berjalan meraba-raba, memegang tangan siapa yang kuat, dan menginjak siapa saja yang lemah.

Di sini, penjara bukan hanya dihuni oleh pelaku kejahatan – tapi juga oleh mereka yang tak pernah berbuat salah.

Ada nyawa yang dirampas kebebasannya, ada balita yang ditinggal ayahnya, ada nama baik yang dipukul hingga remuk, ada masa depan yang dipenjarakan tanpa alasan yang sah.

Saya tidak kenal Waris. Dia bukan keluarga, bukan teman, bahkan belum pernah saya temui. Tapi saya tahu satu hal: ketika seorang yang tidak bersalah dikurung atas nama hukum, itu bukan tragedi pribadi – itu adalah dosa negara.

Dan dosa negara selalu ditulis dengan tinta rakyat.

Kami mencium bau amis dari kasus Waris. Bau yang tak bisa dihilangkan dengan laporan resmi, tidak bisa ditutupi dengan konferensi pers.

READ  Bappeda Sumenep Siapkan Strategi Tekan Inflasi dan dan Perkuat Ketahanan Pangan Lewat RAD-PG

Seperti ada tangan-tangan kuat yang sengaja membawa bangkai ke Polres Sumenep, lalu mengunci pintu agar baunya hanya dinikmati di dalam.

Ini bukan salah tangkap ini dugaan rekayasa yang dingin, rapi, dan mematikan.

Bapak Presiden, sejarah hukum dunia mengajarkan sebuah pagar moral: “Lebih baik membebaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah.” Kalimat ini bukan sekadar kata mutiara.

Ia adalah peringatan agar negara tidak berubah menjadi algojo yang menghabisi warganya sendiri.

Menghukum orang yang tidak bersalah bukan sekadar kesalahan prosedur itu perampokan terhadap kemanusiaan.

Martabat dirampas, masa depan diputus, dan kepercayaan masyarakat dilucuti.

Blackstone’s Ratio menegaskan: “Lebih baik sepuluh orang bersalah lolos daripada satu orang tidak bersalah menderita.”

Namun di Sumenep, prinsip ini sudah lama dikubur. Yang hidup justru kebiasaan membebaskan yang salah dan mengorbankan yang benar.

READ  IJTI Pantura Raya Gelar Talkshow “Beyond Journalism”, Dorong Pelajar Melek Media

Dan ironi itu terlihat jelas dari apa yang dibiarkan terjadi:
• Dugaan aliran dana BSPS 250 juta – dianggap sepele, toh “cuma” uang dari APBN yang diduga diambil Korkab.

• 303 juta dari kontraktor pekerja proyek – mungkin cukup ditebus dengan penyesalan pura-pura.

• 73 juta dari seorang kepala desa yang sampai harus menjual mobil satu-satunya – ooh itu dianggap wajar, toh dia pejabat yang memegang Dana Desa dan ADD.

• Dugaan transaksi jual-beli keamanan – jumlahnya, kalau saya tulis satu per satu, mungkin saya butuh satu minggu penuh tanpa tidur.

Ini bukan hoax, bukan opini asap, saya pegang data-datanya. Bahkan dua orang perantaranya siap bersaksi.

Semua ini dibiarkan. Dan ketika kesalahan dibiarkan, itu sama saja dengan membebaskan seribu orang bersalah.

Bapak Presiden, ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum. Ini adalah bukti bahwa di bawah sana, hukum sudah menjadi komoditas yang diperjualbelikan seperti beras di pasar, dihitung per kilo, ditimbang dengan kekuasaan.

READ  Bappeda Sumenep Perkuat Implementasi Pengarusutamaan Gender Dalam Perencanaan Pembangunan

Dan ketika hukum menjadi barang dagangan, keadilan hanya menjadi label di etalase, sementara isinya kosong.

Sebagai Panglima Tertinggi dan simbol keadilan negara, saya memohon, tidak..! saya menuntut Bapak memerintahkan penyelidikan menyeluruh, independen, dan terbuka atas kasus-kasus yang ditangani Reskrim Polres Sumenep, terutama kasus Waris.

Jangan biarkan rakyat merasa bahwa kebenaran hanya berlaku bagi yang punya uang dan koneksi. Jangan biarkan negeri ini berjalan di atas pondasi dendam dan titipan.

Karena jika keadilan mati, negara ini tidak akan runtuh karena musuh dari luar – ia akan hancur oleh pembusukan dari dalam.

Dan ketika itu terjadi, tidak ada satu pun kekuatan yang bisa menyelamatkan kita.

Hormat saya,
Fauzi As
Anak Petani Tembakau Madura

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Raih Penghargaan “Penggerak Transformasi Institusi Polresta Sumenep” Pada Anniversary 4th Ketik.Com
Siapkan 300 Ritel, Rokok Makayasa Bangun Jaringan Baru Pawitandirogo
YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali
YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi
Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak
BRI Buka Outlet Baru di Kawasan Pergudangan Safe & Lock, Hadirkan Layanan Perbankan dengan Dukungan Bahasa Inggris dan Mandarin
Satreskrim Polresta Sumenep Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual
Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 311 Pil Y Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 01:16 WIB

Kapolresta Sumenep Raih Penghargaan “Penggerak Transformasi Institusi Polresta Sumenep” Pada Anniversary 4th Ketik.Com

Rabu, 9 September 2026 - 19:46 WIB

Siapkan 300 Ritel, Rokok Makayasa Bangun Jaringan Baru Pawitandirogo

Rabu, 9 September 2026 - 17:14 WIB

YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali

Selasa, 8 September 2026 - 12:22 WIB

YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi

Jumat, 4 September 2026 - 10:54 WIB

Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak

Berita Terbaru