Rokok Saya Durno, Trus Kenapa?

Avatar of Redaksi

- Penulis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Didik Setia Budi, Pemred Diluar TV. (Diluartv Photo)

Penulis Didik Setia Budi, Pemred Diluar TV. (Diluartv Photo)

SUMENEP, diluartv.id- Ada masalah, kalau saya membeli rokok tanpa pita cukai, Durno..? Apa urusannya. Saya-saya yang beli, uang-uang saya, mau ada atau tidak pita cukai bukan urusan. Semua batang rokok, apapun mereknya sama. Ada kandungan nikotin, tar dan aroma saus. Soal rasa? Ah, itu sugesti. Bagi saya, sama saja.

Kan melanggar aturan? Eits, jangan ceramah hukum. Tunggu dulu, jangan katanya-katanya. Nanti saya jelaskan.

Saya keras dan teguh memegang prinsip rokok bukan tanpa sebab. Harap dicatat juga, saya menulis bukan karena di-endorse perusahaan tertentu. Ini murni faktor hati. Ada perjalanan tembakau disitu. Ada rangkaian panjang. Ini kisah tentang keadilan Petani Tembakau Madura.

READ  YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi

Di tahun 2009, saya biasa keluar masuk gudang pembelian tembakau di Sumenep. Belum seramai sekarang, dulu jumlah gudang masih satu dua. Hasil panen petani antri masuk. Truk dan pick up mengular di jalan raya. Setelah dinilai sesuai spesifikasi, armada diizinkan masuk pabrik. Ketegangan petani belum selesai. Mereka masih harus menunggu petugas tester pabrik. Tembakau dipegang, diraba dan dicium. Barulah menakar harga.

Bagaimana harga jualnya? Mayoritas dibeli dengan harga murah.

Masa gak ada yang mahal? Ya ada, tapi dari 50an truk, yang dibeli mahal cuma satu truk.

Praktik demikian sudah berlangsung lama. Namanya hukum ekonomi, monopoli rantai pasok daun tembakau, memaksa petani kita melepas jerih payahnya murah. Ini adalah sistem, hukum kapital.

READ  SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Disaat yang sama, petani tembakau Sumenep belum mempunyai pandangan maju akan industri tembakau. Mereka belum melek inovasi, dan berani bersaing. Belum lagi, saat itu mesin produksi rokok juga langka. Jadi mau tidak mau, ya menjual tembakau ke pabrikan besar.

Kondisi berbeda muncul sekitar tahun 2020. Pengusaha tembakau lokal berani bersaing dengan pengusaha nasional. Gudang-gudang kecil di pelosok Sumenep dan Madura mulai memproduksi merek rokok sendiri. Hasilnya, laku keras. Peta ekonomi tembakau berubah. Rokok lokal berjaya. Tidak ada skema pabrikan besar lagi disini. Tapi berubah: dari petani-gudang lokal-pengusaha lokal. Monopoli itu berakhir. Ratusan merek rokok lokal bermunculan. Saya mencatatnya sebagai momen kebangkitan besar ekonomi tembakau kita.

READ  Tim SAR Gabungan Temukan Satu dari Dua Korban Kapal Tenggelam Di Gresik

Apakah para pengusaha besar khawatir? Pasti! Mereka mendapat saingan. Gurita bisnis terganggu. Disatu sisi, rokok karya petani Madura, murah dan terjangkau. Rokok ini laris manis. Tak terbendung. Dikirim kemana mana. Jadi idola.

Sayangnya, Negara belum berpihak pada petani kita. Kebangkitan ini diamputasi. Razia, larangan beli, gencar dilakukan. Rokok Durno dipandang musuh APBN. Pemerintah mendadak malas untuk mencari solusi bagi petani. Misal percepatan Kawasan Ekonomi Khusus( KEK) tembakau Madura, dan penerapan cukai murah.

Kalau ketemu saya, jangan tanya lagi, alasan merokok Durno. Trus kenapa..?!(*)

Facebook Comments Box

Penulis : Didik Setia Budi

Editor : Sari Kusumaning Tias

Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelorakan Sepakbola SD, Cara Bupati Sumenep Gali Talenta Muda
Regulasi Piala AF Sport U-17 Sumenep Dimatangkan
MEC 2026 Sumenep Siap Digelar, Panitia Cek Panggung dan Lighting
10 Oktober, Piala AF Sport U-17 Digelar
Polresta Sumenep Gelar Sidang BP4R, Wujudkan Kesiapan Personel Menuju Kehidupan Berkeluarga
Tug Boat Tenggelam di Perairan Bawean, 8 ABK Masih Dicari
IJTI dan PWI Lamongan Panjatkan Doa untuk Keselamatan Lima Jurnalis Yang Hilang Kontak
Polresta Sumenep Dirikan Tiga Posko Terpadu Tanggap Darurat KM Virgo Transport 8

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:08 WIB

Gelorakan Sepakbola SD, Cara Bupati Sumenep Gali Talenta Muda

Selasa, 22 September 2026 - 16:38 WIB

Regulasi Piala AF Sport U-17 Sumenep Dimatangkan

Sabtu, 19 September 2026 - 16:26 WIB

MEC 2026 Sumenep Siap Digelar, Panitia Cek Panggung dan Lighting

Sabtu, 19 September 2026 - 15:57 WIB

10 Oktober, Piala AF Sport U-17 Digelar

Selasa, 15 September 2026 - 19:00 WIB

Polresta Sumenep Gelar Sidang BP4R, Wujudkan Kesiapan Personel Menuju Kehidupan Berkeluarga

Berita Terbaru

Bupati Fauzi dan Ketua Askab PSSI Sumenep Febmi Noerdiansyah hadir di Podcast AF Sport berbincang tentang sepakbola Sumenep, Selasa, 22 September 2026. (Diluartv Photo)

Berita

Regulasi Piala AF Sport U-17 Sumenep Dimatangkan

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:38 WIB

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dan istri Nia Kurnia Fauzi. (Diluartv Photo)

Berita

10 Oktober, Piala AF Sport U-17 Digelar

Sabtu, 19 Sep 2026 - 15:57 WIB