Example floating
Example floating
BeritaKesehatan

Pasien Meninggal Akibat Campak di Sumenep Bertambah Jadi 22

×

Pasien Meninggal Akibat Campak di Sumenep Bertambah Jadi 22

Sebarkan artikel ini
Petugas Puskesmas menyisir sekolah dalam pelaksanaan vaksinasi massal di Sumenep, Jawa Timur. (Foto Istimewa)

SUMENEP, diluartv.id- Jumlah pasien meninggal akibat campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kembali bertambah menjadi 22 anak. Dua pasien anak ini sebelumnya dirawat di ruang isolasi Puskesmas.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri, Kamis (18/9/2025). Saat ini menurut Syamsuri, pihaknya masih terus menggencarkan proses vaksinasi campak di desa-desa.

“Di pertengahan September ini ada dua lagi pasien anak meninggal karena campak. Jadi jumlah bertambah dari 20 jadi 22. Tapi secara umum, jumlah pasien yang diisolasi menurun. Sebelumnya ada 100 pasien, sekarang sisa 25 pasien saja,” terang Achmad Syamsuri di kantornya.

Lebih lanjut menurut Syamsuri, capaian sasaran vaksinasi campak juga masih terus digenjot agar mendekati target 100 persen.

“Sekarang yang divaksin sudah berjumlah 65.289 pasien. Sementara untuk sasaran vaksin berjumlah 72.969 pasien. Jadi masih ada 7000 an anak yang belum divaksin,” imbuh Syamsuri.

Terpisah, Kepala Puskesmas Pamolokan Sumenep drg. Novia Sri Wahyuni mengatakan memang ada kendala dalam melaksanakan program vaksinasi massal campak. Salah satunya adalah ketakutan orang tua anak.

“(Ketakutan) itu memang kendala. Jadi kami harus benar-benar meyakinkan orang tua anak. Sebelum diberi vaksin, kami sosialisasikan dulu pentingnya pemberian vaksin ini. Karena mereka bahkan bilang vaksin itu haram,” terang Novi.

Sebelumnya, Dinkes P2KB Sumenep telah resmi memperpanjang vaksinasi massal campak selama dua pekan ke depan. Dengan begitu maka program ini akan berakhir pada tanggal 27 September 2025 mendatang. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *