SUMENEP, diluartv.id- Women Center Sumenep mengkritik keras Polres Sumenep setelah menerima laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan keluarga pelaku. Hal ini disampaikan Aliya, dalam rapat persiapan unjuk rasa di Desa Kebunagung, Kota Sumenep, Minggu, 28 Desember 2025.
“Kami menyayangkan hal itu. Sebab laporan terhadap pihak keluarga korban, yang diduga lakukan pemukulan ini justru akan menambah beban psikis korban. Artinya ini akan kembali menambah sisi traumatis korban,” kata Aliya.
Hal yang sama disampaikan sejumlah aktivis mahasiswa Sumenep yang hadir dalam diskusi tersebut. Ketua Cabang PMII Sumenep, Hairus berpendapat, tindakan Polres Sumenep juga mengandung arti upaya pro terhadap keluarga pelaku cabul.
“Ini ada apa ya, di tengah sidang kasusnya yang masih berjalan, ada laporan balik dari pihak keluarga pelaku. Yang dilaporkan adalah keluarga korban terdiri dari Ayah dan juga paman. Aneh Polres Sumenep ini,” terang Hairus.
Dalam diskusi tersebut, para aktivis lalu menyepakati untuk menggelar unjuk rasa je Mapolres Sumenep pada Senin, 29 Desember 2025.
“Intinya ini adalah gerakan moral. Di tengah upaya perang terhadap kekerasan perempuan dan anak, masih ada hal yang demikian ini. Sangat prihatin dan kontra dengan semangat itu,” kata Kuasa Hukum terlapor, Kamarullah. (red)













