Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Pamekasan

Avatar of Redaksi

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati KH. Kholilurrahman memantau aktifitas jual beli dalam kegiatan pasar murah di Pamekasan. (Foto Istimewa)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati KH. Kholilurrahman memantau aktifitas jual beli dalam kegiatan pasar murah di Pamekasan. (Foto Istimewa)

PAMEKASAN, diluartv.id- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah ke-84 sebagai bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kali ini, Pasar Murah digelar di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (19/7) lalu.

Sejak pagi hari, masyarakat tampak memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Antusiasme warga terlihat tinggi karena komoditas yang dijual merupakan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau di bawah harga pasar.

Gubernur Khofifah mengatakan, penyelenggaraan Pasar Murah merupakan langkah konkret Pemprov Jawa Timur dalam melakukan intervensi harga agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Program ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Setiap Selasa ada rakor bersama Mendagri soal inflasi maka sebetulnya bagian dari kita melakukan penetrasi dari kemungkinan terjadinya potensi inflasi. Kita terus keliling melakukan penjangkauan dan memaksimalkan penguatan daya beli masyarakat melalui pasar murah,” ujarnya.

READ  Bimbel Gemilang Nusantara Gelar JJS Kemerdekaan

Berbagai komoditas pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per kilogram.

Khofifah menjelaskan, selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Misalnya daging ayam di Pamekasan harga Rp39.000 – Rp 40.000 per kg, kita menjual di sini Rp32.000 per kg. Lalu MinyaKita mungkin di pasar harganya sampai Rp16.000 per liter, di sini kita jual Rp13.000 per liter, kemudian gula harganya rata-rata Rp17.500 per kg, kita jual di sini Rp14.000 per kg,” jelasnya.

READ  Said Abdullah: PDI Perjuangan dan NU Satu Nafas Ideologis, Pesantren Harus Dihidupkan

“Jadi pada dasarnya pasar murah sifatnya meluaskan penjangkauan kepada masyarakat. Mudah-mudahan daya beli mereka semakin kita siapkan di pasar murah, semakin terjangkau dan stabilisasi harga bisa kita lakukan,” imbuhnya.

Tidak hanya menjadi instrumen pengendalian inflasi, Pasar Murah juga dimanfaatkan sebagai ruang pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai produk UMKM lokal turut dipasarkan sehingga masyarakat dapat mengenal sekaligus membeli produk unggulan daerah.

Khofifah menegaskan, keikutsertaan UMKM bukan sekadar untuk meningkatkan penjualan, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan agar produk-produk lokal mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih luas.

“Selalu Ada UKM yang memberseiringi Pasar Murah untuk menguatkan posisi UKM di mana saja supaya UKM naik kelas,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap pelaksanaan Pasar Murah juga menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan kurasi terhadap berbagai produk UMKM. Produk yang dinilai memenuhi standar kualitas akan mendapatkan pendampingan lanjutan hingga berkesempatan mengikuti misi dagang yang membuka akses pasar lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

READ  Pak Ariek, Kapolresta Tersibuk di Indonesia

“Tampak sederhana tapi ini adalah proses bagaimana kita saling melihat produk-produk UKM di setiap titik Pasar Murah sambil melakukan kurasi. Biasa ada satu – dua pack yang saya ambil lalu biasanya saya sendiri yang menjadi testernya. Kemudian nanti ada tim dari Disperindag atau UKM yang akan melakukan penguatan pendampingan dan berikutnya di setiap misi dagang selalu ada pelaku UKM yang kita bawa untuk meluaskan pasar dari produk-produk UKM,” jelasnya.

Khofifah berharap pelaksanaan Pasar Murah secara berkelanjutan di berbagai kabupaten/kota mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM.

Menurutnya, distribusi bahan pangan yang semakin mudah dijangkau masyarakat akan membantu menekan gejolak harga, menjaga ketersediaan komoditas pokok, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah berbagai dinamika ekonomi.

“Dengan distribusi bahan pangan yang lebih mudah diakses masyarakat, diharapkan gejolak harga dapat ditekan dan ketersediaan komoditas pokok tetap terjaga di berbagai wilayah,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Eko Firmansyah

Editor : Didik Setia Budi

Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Musik Jalanan! Cara Sumenep Sulap Musik Tongtong Jadi Event Nasional
Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan
DPO Kasus Penipuan Rp200 Juta Ditangkap, Kuasa Hukum Puji Kinerja Polresta Sumenep
Gelorakan Sepakbola SD, Cara Bupati Sumenep Gali Talenta Muda
Regulasi Piala AF Sport U-17 Sumenep Dimatangkan
MEC 2026 Berhasil Hidupkan Marwah Keraton Sumenep Sebagai Pusat Peradaban Budaya
Geliat Ekonomi Kreatif di Labang Mesem: Kemeriahan MEC 2026 Pukau Pengunjung
MEC 2026 Sumenep Siap Digelar, Panitia Cek Panggung dan Lighting

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bukan Musik Jalanan! Cara Sumenep Sulap Musik Tongtong Jadi Event Nasional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPO Kasus Penipuan Rp200 Juta Ditangkap, Kuasa Hukum Puji Kinerja Polresta Sumenep

Rabu, 23 September 2026 - 16:38 WIB

Regulasi Piala AF Sport U-17 Sumenep Dimatangkan

Senin, 21 September 2026 - 15:27 WIB

MEC 2026 Berhasil Hidupkan Marwah Keraton Sumenep Sebagai Pusat Peradaban Budaya

Berita Terbaru