DWP Bappeda Sumenep Kampanyekan Semangat Membatik

Avatar of Redaksi

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 02:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DWP Bappeda Sumenep menunjukkan kain batik yang dibuat. (Foto Istimewa)

DWP Bappeda Sumenep menunjukkan kain batik yang dibuat. (Foto Istimewa)

SUMENEP, diluartv.id- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep kembali menggelar pertemuan rutin anggotanya. Kali ini, dalam nuansa berbeda.

Pada kegiatan yang berlangsung Jumat, 10 Oktober 2025 lalu, DWP Bappeda menghadirkan salah satu pelaku usaha muda lokal, pengrajin batik asal Kota Keris, dari Wirausaha Muda Sumenep (WMS).

Kehadiran pengrajin batik ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi lokal sekaligus memberikan wawasan baru kepada para anggota DWP terkait dunia wirausaha kreatif dan teknik membatik.

Dalam kesempatan tersebut, para anggota juga berkesempatan mencoba langsung proses pewarnaan batik tulis khas Sumenep.

Ketua DWP Bappeda Sumenep, Asih Wulandari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin DWP yang tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi, tetapi juga membangun keakraban dan silaturahmi antaranggotanya.

READ  Polisi Selidiki Kejadian Nelayan Meninggal Akibat Perahu Karam di Pakamban Laok

“Pertemuan rutin ini kami laksanakan sebagai wadah menjalin silaturrahmi antaranggota DWP. Dengan saling bertemu, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan, kami berharap semangat kebersamaan terus terjaga,” ujarnya.

Pihaknya juga menambahkan bahwa DWP Bappeda Sumenep berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat, baik dalam hal peningkatan kapasitas diri maupun pemberdayaan ekonomi keluarga.

Ia menilai, kegiatan yang menghadirkan pelaku usaha lokal seperti kali ini bisa menjadi inspirasi bagi para anggota untuk berani berkreasi dan berinovasi.

“Silaturrahmi menjadi hal utama dalam memperkuat solidaritas organisasi. Namun, di sisi lain, kami ingin setiap kegiatan juga memberi nilai tambah pengetahuan, terutama bagi ibu-ibu yang ingin berkontribusi dalam ekonomi keluarga,” imbuhnya.

READ  Dikunjungi Konsul Kehormatan India, Lamongan Buka Peluang Investasi

Sementara itu, Busaki, owner Wirausaha Muda Sumenep (WMS), dalam paparannya menjelaskan pentingnya menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal melalui batik.

Menurutnya, batik tidak sekadar produk fashion, melainkan simbol identitas dan kebanggaan bangsa yang perlu terus digaungkan di tengah arus modernisasi.

“Batik adalah entitas bangsa yang harus terus digaungkan. Melalui batik, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang besar, terutama bagi generasi muda,” kata Busaki.

Ia juga berbagi pengalaman perjalanan WMS sebagai komunitas wirausaha muda yang fokus pada pengembangan produk lokal bernilai budaya.

Dalam sesi tersebut, Busaki memberikan pelatihan singkat mengenai teknik pewarnaan yang indah dan sesuai.

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Banyak anggota DWP Bappeda yang mencoba langsung melakukan pewarnaan, menghasilkan karya sederhana namun sarat makna. Suasana kegiatan pun berlangsung hangat dan penuh semangat belajar.

READ  Jatim Genjot Persiapan Kejurnas Loncat Indah 2026, Target Juara Umum di Kelas Open

Selain pelatihan membatik, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi ringan seputar peluang usaha mikro berbasis budaya lokal. Para peserta diajak untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya membeli dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengrajin Sumenep.

Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan cendera mata dari DWP Bappeda Sumenep kepada Busaki sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan inspirasi yang diberikan.

Melalui kegiatan ini, DWP Bappeda Sumenep berharap dapat terus berperan sebagai wadah pemberdayaan perempuan, tidak hanya dalam lingkup organisasi, tetapi juga dalam kontribusi nyata terhadap pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif di Kabupaten Sumenep. (red)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup
Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng
Andai Saya Bupati
Kisah Jurnalis TV Daerah
Merespons Diksi “Londo Ireng”, IJTI Ingatkan Pentingnya Menjaga Kemerdekaan Pers dan Demokrasi
Minim Anggaran Acara 17-an, ASN dan PPPK di Pamekasan Meringis Dipatok Iuran!
Menjadi Wartawan itu Sulit, Sulit Sekali*
Polsek Sapeken Tangkap Pria Simpan Ratusan Pil Y

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:55 WIB

Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:42 WIB

Andai Saya Bupati

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:04 WIB

Kisah Jurnalis TV Daerah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:24 WIB

Merespons Diksi “Londo Ireng”, IJTI Ingatkan Pentingnya Menjaga Kemerdekaan Pers dan Demokrasi

Berita Terbaru

Didik Setia Budi, Wartawan juga Penulis Cerpen. (Diluartv Photo)

Berita

Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:56 WIB

Penulis Didik Setia Budi. Punya sepeda jengki hijau. (Diluartv Photo)

Berita

Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:55 WIB

Penulis sebelah kanan. Didik Setia Budi, lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

Berita

Andai Saya Bupati

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:42 WIB

Penulis sebelah kanan, Didik Setia Budi. Lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

Berita

Kisah Jurnalis TV Daerah

Minggu, 26 Jul 2026 - 16:04 WIB