Duet Aulia-Gendhis Segel Emas Kejurnas Akuatik 2026

Avatar of Redaksi

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duet Aulia-Gendhis Segel Emas Kejurnas Akuatik 2026. (Diluartv Photo)

Duet Aulia-Gendhis Segel Emas Kejurnas Akuatik 2026. (Diluartv Photo)

JAKARTA, diluartv.id- Kolam Renang,Gelanggang Olahraga Bung Karno (GBK) Senayan menjadi saksi bisu keangkuhan dominasi Jawa Timur dalam kancah akuatik nasional. Di bawah sorot lampu tribun yang tajam, duet andalan Jatim, Aulia Zulfa Ramadhani dan Gendhis Safirah Irfaniar, membuktikan bahwa kelas mereka berada di level yang berbeda. Pada babak final nomor Women Duet Technical Open Kejurnas Akuatik 2026 yang berlangsung Selasa (5/5), pasangan ini menyabet medali emas dengan performa yang nyaris tanpa cela.

Mengungguli 119 atlet dari berbagai klub dan Pengprov se-Indonesia, Aulia-Gendhis tampil dengan aura eksklusif. Seolah tidak memberikan ruang bagi lawan untuk bernapas, atlet binaan Sidoarjo Aquatic Club (SAC) ini mengunci penilaian tertinggi dari empat dewan juri dengan skor fantastis: 133.8450.

READ  Kejati Jatim Segera Periksa 50 Kades dan 50 Pendamping BSPS Sumenep

Dominasi yang Linier dan Mematikan
Kemenangan ini bukanlah kebetulan. Sejak ajang Kejurprov Jatim 2026 lalu, grafik performa Aulia dan Gendhis terus menanjak tajam. Keberhasilan mereka di Senayan adalah validasi atas konsistensi yang mereka bangun dari Sidoarjo hingga ke level nasional.

“Kami tidak datang ke sini untuk sekadar berkompetisi; kami datang untuk membawa pulang apa yang memang menjadi target kami sejak awal. Medali ini untuk Jatim dan SAC yang tak henti mendukung kami,” tegas Aulia Zulfa didampingi Gendhis usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) dengan nada penuh keyakinan.

Tangan Dingin Pelatih dan Strategi ‘High-Difficulty’

Di balik gerakan sinkron yang artistik namun bertenaga, ada tangan dingin pelatih Sabrina Septi. Ia mengungkapkan bahwa kunci kemenangan mereka terletak pada keberanian mengambil risiko pada tingkat kesulitan teknik.

READ  Ratusan Anak Ikuti Lomba Mewarnai di Pendopo Keraton Sumenep

“Persaingan di arena tadi sangat mencekam. Namun, dari awal saya instruksikan mereka untuk tidak hanya bermain cantik, tapi bermain tajam secara teknik. Kami meningkatkan difficulty score pada elemen transisi dan kekuatan dorongan kaki. Mereka mengeksekusinya dengan presisi yang membuat juri sulit untuk memberikan nilai rendah,” jelas Sabrina terkait strategi teknisnya.

Jatim ‘Lockout’ Podium:

Emas dan Perak dalam Genggaman
Superioritas Jawa Timur semakin sah setelah medali perak di nomor yang sama juga jatuh ke pelukan tim Jatim lainnya, yakni duet Noviandri Cantika Dwi Putri dan Shirleen Nixie.

Sementara itu, Jawa Tengah harus puas dengan raihan medali perunggu setelah gagal mendobrak tembok pertahanan Jatim.

READ  Kapolresta Sumenep Pererat Sinergi dengan Tokoh Agama

Menanggapi fenomena ini, tokoh senior Akuatik Jatim, Suyanto, memberikan komentar mendalam yang memicu semangat sekaligus tantangan bagi daerah lain.

“Ini adalah bukti nyata keberhasilan regenerasi dan sistem pembinaan yang sistematis di Jawa Timur. Aulia dan Gendhis adalah representasi dari standar baru akuatik artistik kita. Mereka punya mentalitas ‘pembunuh’ di arena yang jarang dimiliki atlet lain.

Hari ini, Jatim menunjukkan bahwa kami bukan sekadar peserta, melainkan kiblat prestasi akuatik nasional,” ujar Suyanto dengan nada bangga.

Dengan hasil ini, kontingen Jawa Timur diprediksi akan terus menguasai sisa hari perlombaan di GBK Senayan hingga 7 Mei mendatang, meninggalkan pesan kuat bahwa takhta akuatik artistik masih milik mereka. (joe/red)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup
Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng
Andai Saya Bupati
Kisah Jurnalis TV Daerah
Merespons Diksi “Londo Ireng”, IJTI Ingatkan Pentingnya Menjaga Kemerdekaan Pers dan Demokrasi
Minim Anggaran Acara 17-an, ASN dan PPPK di Pamekasan Meringis Dipatok Iuran!
Menjadi Wartawan itu Sulit, Sulit Sekali*
27 Desa di Bangkalan Jawa Timur Krisis Air Bersih

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:55 WIB

Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:42 WIB

Andai Saya Bupati

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:04 WIB

Kisah Jurnalis TV Daerah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:24 WIB

Merespons Diksi “Londo Ireng”, IJTI Ingatkan Pentingnya Menjaga Kemerdekaan Pers dan Demokrasi

Berita Terbaru

Didik Setia Budi, Wartawan juga Penulis Cerpen. (Diluartv Photo)

Berita

Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:56 WIB

Penulis Didik Setia Budi. Punya sepeda jengki hijau. (Diluartv Photo)

Berita

Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:55 WIB

Penulis sebelah kanan. Didik Setia Budi, lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

Berita

Andai Saya Bupati

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:42 WIB

Penulis sebelah kanan, Didik Setia Budi. Lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

Berita

Kisah Jurnalis TV Daerah

Minggu, 26 Jul 2026 - 16:04 WIB