Bappeda Sumenep Libatkan 49 Lembaga Dorong SRA

Avatar of Redaksi

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 03:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto. (istimewa)

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto. (istimewa)

SUMENEP, diluartv.id- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar sosialisasi Standarisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) tahun 2025.

BAPPEDA Sumenep melibatkan 49 lembaga pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, madrasah hingga SMK.

Setiap satuan pendidikan didampingi oleh Fasilitator Daerah (Fasda) SRA untuk memperkuat pemahaman teknis dan implementasi standar SRA di lingkungan sekolah.

READ  Geger Temuan Benda Mirip Rudal di Pulau Kangean

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam mendorong transformasi budaya belajar yang berpihak pada anak.

“Penghargaan KLA Madya yang kita raih tahun lalu bukan akhir, tapi awal dari komitmen baru. Target kita tahun depan adalah KLA Nindya. Ini menuntut penerapan standar sekolah ramah anak secara konsisten, agar anak-anak kita bisa belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif,” tegasnya, Jumat (17/10/ 2025).

READ  Banjir Landa Kabupaten Sumenep

Lebih lanjut, Arif menyebut bahwa SRA bukan sekadar pemenuhan administratif, tetapi sebuah instrumen untuk mengubah pola interaksi dan sistem pendidikan di sekolah.

Mulai dari pengelolaan ruang kelas yang mendukung kenyamanan anak, komunikasi guru-murid yang sehat, hingga keterlibatan orang tua dan masyarakat, semuanya harus berjalan harmonis dengan prinsip perlindungan anak. (red)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup
Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng
Andai Saya Bupati
Kisah Jurnalis TV Daerah
Merespons Diksi “Londo Ireng”, IJTI Ingatkan Pentingnya Menjaga Kemerdekaan Pers dan Demokrasi
Minim Anggaran Acara 17-an, ASN dan PPPK di Pamekasan Meringis Dipatok Iuran!
Menjadi Wartawan itu Sulit, Sulit Sekali*
Polsek Sapeken Tangkap Pria Simpan Ratusan Pil Y

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:55 WIB

Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:42 WIB

Andai Saya Bupati

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:04 WIB

Kisah Jurnalis TV Daerah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:24 WIB

Merespons Diksi “Londo Ireng”, IJTI Ingatkan Pentingnya Menjaga Kemerdekaan Pers dan Demokrasi

Berita Terbaru

Didik Setia Budi, Wartawan juga Penulis Cerpen. (Diluartv Photo)

Berita

Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:56 WIB

Penulis Didik Setia Budi. Punya sepeda jengki hijau. (Diluartv Photo)

Berita

Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:55 WIB

Penulis sebelah kanan. Didik Setia Budi, lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

Berita

Andai Saya Bupati

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:42 WIB

Penulis sebelah kanan, Didik Setia Budi. Lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

Berita

Kisah Jurnalis TV Daerah

Minggu, 26 Jul 2026 - 16:04 WIB