Vaksinasi Massal Campak di Sumenep Diperpanjang

Avatar of Redaksi

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Budi Gunadi Sadikin memantau aktifitas vaksinasi di sekolah Sumenep beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa)

Menkes Budi Gunadi Sadikin memantau aktifitas vaksinasi di sekolah Sumenep beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa)

SUMENEP, diluartv.id- Imunisasi massal campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperpanjang selama dua pekan. Hal ini dikarenakan jumlah capaian vaksinasi belum mencapai target yang seharusnya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan, hingga tanggal 16 September 2025 baru mencapai 95 persen.

“Kami resmi memperpanjang vaksinasi ORI campak dua pekan kedepan. Ini juga menjadi masukan dari Unicef dan Unair Surabaya. Jadi akan kembali digalakkan hingga tanggal 27 September 2025,” kata Syamsuri Rabu (17/9/2025).

READ  Kecewa, Forum Wartawan Sumenep Tunggu Jadwal Audiensi dengan Komisi I DPRD

Langkah terkini yang akan diambil Dinkes P2KB Sumenep adalah berkomunikasi dengan jajaran kepala desa.

“Memang ada beberapa desa yang jumlah partisipasi vaksinnya rendah. Mungkin ada ketakutan akan vaksin, atau lainnya. Ini yang akan kami prioritaskan. Jadi membangun kesadaran pentingnya vaksinasi campak, akan kami sosialisasikan ke desa-desa yang masih belum maksimal,” imbuhnya.

READ  48 Pasangan Sapi Ikuti Seleksi Menuju Piala Presiden di Sumenep

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta agar seluruh jajarannya ke bawah open data dan terbuka tentang capaian vaksinasi yang telah dilakukan.

“Mulai dari dinkes, puskesmas, posyandu harus terbuka soal transparansi data. Biar kita bisa mendapat hasil yang maksimal. Kalau ada puskesmas yang minim capaian vaksin, disadarkan dan harus didatangi ulang. Termasuk ke sekolah-sekolah, tenaga pendidik harus mendukung vaksinasi campak ini,” kata Bupati Fauzi, Rabu (17/9/2025).

READ  Nelayan, Babinsa, dan Republik yang Masih Punya Harga Diri

Berdasarkan data di Dinkes P2KB, capaian vaksinasi campak hingga Selasa (16/9/2025) sebanyak 83 persen atau 61.392 anak yang telah diimunisasi dari total sasaran sebanyak 73.969 anak. KLB Campak di Sumenep telah menyebabkan 20 anak meninggal dunia. (red)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Raih Penghargaan “Penggerak Transformasi Institusi Polresta Sumenep” Pada Anniversary 4th Ketik.Com
Siapkan 300 Ritel, Rokok Makayasa Bangun Jaringan Baru Pawitandirogo
YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali
YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi
Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak
BRI Buka Outlet Baru di Kawasan Pergudangan Safe & Lock, Hadirkan Layanan Perbankan dengan Dukungan Bahasa Inggris dan Mandarin
Satreskrim Polresta Sumenep Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual
Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Okerbaya, 311 Pil Y Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 01:16 WIB

Kapolresta Sumenep Raih Penghargaan “Penggerak Transformasi Institusi Polresta Sumenep” Pada Anniversary 4th Ketik.Com

Rabu, 9 September 2026 - 19:46 WIB

Siapkan 300 Ritel, Rokok Makayasa Bangun Jaringan Baru Pawitandirogo

Rabu, 9 September 2026 - 17:14 WIB

YLBH Madura Soroti Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mantan Kades Kebunan 7 Kali

Selasa, 8 September 2026 - 12:22 WIB

YLBH Madura Ajukan Praperadilan, Minta Penyidikan Dugaan Pemalsuan Surat Dibuka Lagi

Jumat, 4 September 2026 - 10:54 WIB

Beli Ganja Rp1 Juta via Instagram, Pemuda Surabaya Ditangkap Satresnarkoba Tanjung Perak

Berita Terbaru