Penderita TBC di Sumenep Capai 551 Kasus

Avatar of Redaksi

- Penulis

Senin, 14 April 2025 - 04:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIGAP: Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep terus melakukan pendataan jumlah kasus TBC (istimewa)

SIGAP: Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep terus melakukan pendataan jumlah kasus TBC (istimewa)

SUMENEP, diluartv.id- Penyakit Tuberkulosis (TBC) kembali menjadi ancaman serius di Kabupaten Sumenep. Hingga April 2025, Dinas Kesehatan P2KB setempat mencatat sebanyak 551 kasus TBC tersebar di berbagai wilayah, dengan 7 kasus di antaranya menyerang anak-anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumenep, Achmad Syamsuri mengungkapkan, seluruh pasien tercatat sedang menjalani pengobatan aktif.

Evaluasi terhadap tingkat kesembuhan, kata dia akan dilakukan pada bulan keenam pengobatan, yaitu sekitar Juni hingga Juli 2025.

READ  Polsek Lenteng Ungkap Kasus Curanmor, Satu Tersangka Diamankan

“Angka ini berdasarkan laporan pasien yang menjalani perawatan. Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan setiap pasien,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (14/4/2025).

Dirinya memaparkan, dari total kasus tersebut, 524 pasien merupakan orang dewasa sementara sisanya adalah anak-anak. Kondisi itu, sebut Syamsuri tentu memicu kekhawatiran lantaran penularan TBC sangat mudah terjadi di lingkungan padat penduduk dengan ventilasi buruk.

READ  Bupati Fauzi: Pemkab Sumenep dan PCNU Akan Terus Sinergi

Akan tetapi, Dinkes P2KB juga meminta masyarakat untuk tidak mendiskriminasi penderita TBC, karena stigma negatif kerap menjadi penghalang utama kesembuhan pasien.

“Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting. Jangan ada pengucilan, karena ini bukan aib, tapi penyakit yang bisa disembuhkan,” ujarnya. 

Dia menerangkan, gejala TBC antara lain batuk lebih dari satu minggu, demam tak menentu, dan tubuh lemas. Lebih lanjut, pihaknya meminta masyarakat agar tidak menyepelekan gejala ini dan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

READ  TMMD ke-129, Fokus Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Desa Lamongan

Selama masa pengobatan, seluruh pasien TBC mendapatkan obat secara gratis. Pengobatan dilakukan selama enam bulan penuh dan harus dijalani secara rutin hingga tuntas.

“Petugas di seluruh puskesmas sudah kami bekali pelatihan khusus untuk menangani TBC. Kami minta masyarakat tetap proaktif,” pungkasnya. (mn/red)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan
DPO Kasus Penipuan Rp200 Juta Ditangkap, Kuasa Hukum Puji Kinerja Polresta Sumenep
Gelorakan Sepakbola SD, Cara Bupati Sumenep Gali Talenta Muda
Regulasi Piala AF Sport U-17 Sumenep Dimatangkan
MEC 2026 Sumenep Siap Digelar, Panitia Cek Panggung dan Lighting
10 Oktober, Piala AF Sport U-17 Digelar
Polresta Sumenep Gelar Sidang BP4R, Wujudkan Kesiapan Personel Menuju Kehidupan Berkeluarga
Tug Boat Tenggelam di Perairan Bawean, 8 ABK Masih Dicari

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPO Kasus Penipuan Rp200 Juta Ditangkap, Kuasa Hukum Puji Kinerja Polresta Sumenep

Minggu, 27 September 2026 - 22:08 WIB

Gelorakan Sepakbola SD, Cara Bupati Sumenep Gali Talenta Muda

Rabu, 23 September 2026 - 16:38 WIB

Regulasi Piala AF Sport U-17 Sumenep Dimatangkan

Sabtu, 19 September 2026 - 16:26 WIB

MEC 2026 Sumenep Siap Digelar, Panitia Cek Panggung dan Lighting

Sabtu, 19 September 2026 - 15:57 WIB

10 Oktober, Piala AF Sport U-17 Digelar

Berita Terbaru

Suasana khidmat pelaksanaan Apel Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Kantor Bupati Sumenep, di mana Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran Forkopimda memberikan amanat di atas panggung utama.

Pemerintahan

Ini Cara Pemkab Sumenep Dorong Santri Merambah Dunia Kewirausahaan

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:58 WIB