Penulis Didik Setia Budi, Pemred Diluar TV
SUMENEP, diluartv.id- Mungkin seminggu. Lebih sedikit lah. Kombes Pol Ariek Indra Sentanu menjabat Kapolresta Sumenep. Jabatan yang dipercayakan Kapolri padanya ini bukan kaleng-kaleng. Ini sejarah Korps Bhayangkara di Madura. Level yang belum pernah ada di 4 Kabupaten. Kali pertama, di Madura ada kantor kepolisian setingkat Polresta.
Di Jawa Timur, ada sekitar 10 kantor kepolisian level Polresta. Ada 10 perwira dengan pangkat tiga melati di pundak. Salah satunya Ariek Indra Sentanu. Tentu, mereka adalah orang pilihan. Apalagi Kombes Pol adalah jabatan krusial. Ini adalah jembatan menuju ke pecah bintang, Jenderal.
Cukup sudah pendahuluannya. Kita masuk pada bab yang lebih inti.
Di hari pertama menjabat, memang ada sebuah miss yang terjadi. Ini juga bukan sepele. Crash dengan wartawan di institusi kepolisian adalah hal yang sangat dihindari. Ini bisa membuat kacau wilayah. Kondisi ini berbahaya. Walau sebenarnya Kombespol Ariek Indra Sentanu tidak tahu insiden ini. Tapi dia, tetaplah sosok yang bertanggung jawab. Belakangan diketahui, di hari kejadian, dia sedang di lapangan barat Polrestas. Menunggu rombongan Kapolda Nanang. Ariek sedang menunggu aba-aba untuk berdiri sertijab. Dia belum memiliki wewenang untuk memberi perintah. Jadi larangan wartawan meliput sertijab, bukan perintahnya.
Sehari pasca insiden, tentu isu liar bermunculan. Kritik terhadap Polresta Sumenep dari wartawan terus menguat. Humas Polresta mencari solusi mengundang wartawan di Aula Mapolresta. Tetap saja, cara ini minim hasil. Hanya datang segelintir wartawan.
Dari sinilah kemudian cara Kombespol Arik terlihat brilian. Ini yang jadi pembeda dari Perwira yang sudah malang melintang menjadi pimpinan di Jakarta dan Tanah Jawa. Ariek langsung memanggil seluruh staf humasnya. Semua di briefing, dievaluasi, dan diajak jalan-jalan.
Sekilas memang sederhana. Tapi tahukah anda, ini adalah keputusan yang dihasilkan dari proses penguasaan tinggi manajemen konflik. Kombespol Ariek sadar betul. Prioritasnya adalah membenahi komunikasi yang rusak antara institusinya dan wartawan.
Keputusan lalu dibuat. Tunda dulu silaturahmi ke Tokoh Sumenep maupun Muspida. Ariek memilih untuk mengedepankan bertemu dengan wartawan. Ya, semingguan ini, Kapolresta dan rombongannya blusukan ke kantor-kantor organisasi wartawan. Kombespol Ariek, dengan ketulusannya duduk dan menyampaikan klarifikasi miss komunikasi yang terjadi sebelumnya. Di depan wartawan pun, Kapolresta tegas meluruskan kesalahan staf humasnya, dalam bahasa dingin. Forum yang unik, dimana Kombespol Ariek seperti menjadikan staf humasnya bagian dari anggota organisasi yang ditemuinya.
Hingga hari ini, Kamis, 30 Juli 2026, Kombespol Ariek masih lakukan lawatan ke kantor organisasi wartawan. Besok, hari terakhir Juli, mungkin semua telah selesai dikunjunginya.
Melihat style kepemimpinan dan komunikasi yang dibangun, saya yakin Kapolresta Ariek sudah kenyang berguru di lapangan. Tinggal kedepannya adalah mereformasi kinerja Satuan di Polresta Sumenep. Dan ini, bukanlah pekerjaan mudah. Bukan pekerjaan mudah.
Selamat Bekerja, Kombespol Ariek..!
Penulis : Didik Setia Budi
Editor : Sari Kusumanging Tias







