Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng

Avatar of Redaksi

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Didik Setia Budi. Punya sepeda jengki hijau. (Diluartv Photo)

Penulis Didik Setia Budi. Punya sepeda jengki hijau. (Diluartv Photo)

SUMENEP, diluartv.id- Namanya Hasan, umur dia lupa. Agak tua lah, sekitar 60an. Setiap hari Hasan jadi pengatur lalu lintas. Berdiri di pertigaan Sumekar, pakai rompi kuning. Kalau capek, barulah Hasan ngopi di warung langganan saya. Namanya Warkop Kak Jamal.

Hasan sering ngajak saya bicara politik. Mulai dari isu Pilkades, hingga mengkritisi kebijakan Presiden. Siang itu, tiba-tiba dia bertanya: Mas, gak marah disebut Londo Ireng? Saya simak terus pertanyaannya. Kok wartawan se Indonesia banyak yang protes, Mas? Hasan terus mencecar.

READ  Ini Alasan Kuasa Hukum Bang Alief Sebut Polres Sumenep Cacat Hukum Menyita Aset Tanpa Surat Pengadilan Negeri

Saya biarkan dulu Hasan menyalakan rokoknya, kretek. Wajahnya lelah. Kami mulai diskusi.

Istilah Londo Ireng memang dari dulu ada kok. Di Sumenep saja ada. Bahkan sejarah Keraton Sumenep juga kental dengan perjalanan Londo Ireng. Artinya orang Pribumi yang bekerja ke penguasa asing. Adipati Sumenep saat itu, kan kerja ke Belanda dan Inggris. Tanya saja ke Sejarawan Madura kalau gak percaya.

READ  Pembangunan Sumenep Terus Fokus Peningkatan SDM dan Potensi Kepulauan

Hasan diam, menatap saya dalam. Rokok kreteknya dihisap kuat.

Berarti sampean gak marah mas, disebut Londo Ireng? Hasan kembali bertanya.

Saya jawab, kenapa harus marah. Beda lagi andai Prabowo bilang Wartawan Blendheh. Kalau pakai sebutan itu, ya saya agak marah.

READ  Raih WTP, Bappeda Ingatkan Manfaatnya Bagi Masyarakat Sumenep

“Iya lah, Mas, terserah sampean gak marah!

Sepertinya Hasan kecewa dengan jawaban saya.

Facebook Comments Box

Penulis : Didik Setia Budi

Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD dan Pemkab Sumenep Sepakati Raperda APBD 2027 Jadi Perda
Bukan Musik Jalanan! Cara Sumenep Sulap Musik Tongtong Jadi Event Nasional
Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan
DPO Kasus Penipuan Rp200 Juta Ditangkap, Kuasa Hukum Puji Kinerja Polresta Sumenep
Gelorakan Sepakbola SD, Cara Bupati Sumenep Gali Talenta Muda
Regulasi Piala AF Sport U-17 Sumenep Dimatangkan
MEC 2026 Sumenep Siap Digelar, Panitia Cek Panggung dan Lighting
10 Oktober, Piala AF Sport U-17 Digelar

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:05 WIB

DPRD dan Pemkab Sumenep Sepakati Raperda APBD 2027 Jadi Perda

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bukan Musik Jalanan! Cara Sumenep Sulap Musik Tongtong Jadi Event Nasional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPO Kasus Penipuan Rp200 Juta Ditangkap, Kuasa Hukum Puji Kinerja Polresta Sumenep

Minggu, 27 September 2026 - 22:08 WIB

Gelorakan Sepakbola SD, Cara Bupati Sumenep Gali Talenta Muda

Berita Terbaru

DPRD dan Pemkab Sumenep menyepakati Raperda APBD Tahun Anggaran 2027 menjadi Perda dalam Rapat Paripurna DPRD, yang dipimpin Ketua DPRD H. Zainal Arifin, Kamis (22/10/2026) lalu.

Nasional

DPRD dan Pemkab Sumenep Sepakati Raperda APBD 2027 Jadi Perda

Senin, 26 Okt 2026 - 21:05 WIB

Suasana khidmat pelaksanaan Apel Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Kantor Bupati Sumenep, di mana Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran Forkopimda memberikan amanat di atas panggung utama.

Pemerintahan

Ini Cara Pemkab Sumenep Dorong Santri Merambah Dunia Kewirausahaan

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:58 WIB