Kisah Jurnalis TV Daerah

Avatar of Redaksi

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis sebelah kanan, Didik Setia Budi. Lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

Penulis sebelah kanan, Didik Setia Budi. Lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

SUMENEP, diluartv.id- Kenapa orang malas jadi Jurnalis TV Nasional Daerah? Panggilan kerennya: Koresponden, Kontributor, atau Video Jurnalis. Saya ceritakan sedikit ya. Ini tulisan asli, bukan AI. Kita buka-bukaan saja.

Sekarang tahun 2006, ada sekitar 26 TV Nasional yang mengudara. Sebagian TV Nasional itu harus mampu menjangkau daerah manapun. Maka ditunjuklah seorang jurnalis. Dia meliput agenda yang jadi arahan kantornya. Biasanya berita besar, isu besar, hal penting.

READ  Minim Anggaran Acara 17-an, ASN dan PPPK di Pamekasan Meringis Dipatok Iuran!

Apakah Jurnalis TV bisa meliput berita sesuai keinginannya? Tentu tidak, semuanya sudah terencana. Kebijakan berita ada di stasiun pusat. Ya kalau mau coba-coba kirim berita, bisa saja. Tapi kebanyakan kecewa. File-file video yang dikirim hanya akan dilirik sekilas, lalu masuk ke deretan berita terbuang. Susah kan.

Lalu bagaimana di Madura, ya pasti ada juga Jurnalis TV Nasional. Apakah setiap hari mereka meliput daerah. Ya tidak lah, buat apa juga. Paling banter seminggu liputan dua hari saja. Itu pun kalau ada.

READ  27 Desa di Bangkalan Jawa Timur Krisis Air Bersih

Kehidupan Jurnalis TV Nasional terbilang unik. Ikatan kerja yang kontroversi. Berseragam sedih. Ya begitulah. Perjuangan naik kasta menjadi karyawan tetap sudah puluhan tahun dilakukan. Hasilnya tetap sama, tanpa kejelasan. Beberapa berani keluar, tapi ada juga yang bertahan. Alasannya sederhana, agar tetap menyandang gengsi sebagai Jurnalis TV Nasional.

READ  Genap Sebulan, Kasus Meninggalnya Ruly Yunis Masih Misterius

Industri TV Nasional tak seindah yang dibayangkan orang. Ini adalah bisnis. Makin tahun, makin tak menentu nasib Jurnalis TV daerah. Jalan di tempat, kehujanan kepanasan.

Anda punya TV? Nyalakan sekarang. Tontonlah berita apa saja. Lihat, barangkali daerahmu muncul disana. Kalau ada, kabarin saya.

Ini tulisan asli, bukan AI. Kita buka-bukaan saja.

 

Facebook Comments Box

Penulis : Didik Setia Budi

Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mazdon, Kembalilah
Jalan Sunyi Didik Diluar TV
Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup
Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng
Andai Saya Bupati
Merespons Diksi “Londo Ireng”, IJTI Ingatkan Pentingnya Menjaga Kemerdekaan Pers dan Demokrasi
Minim Anggaran Acara 17-an, ASN dan PPPK di Pamekasan Meringis Dipatok Iuran!
Menjadi Wartawan itu Sulit, Sulit Sekali*

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:04 WIB

Mazdon, Kembalilah

Senin, 27 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jalan Sunyi Didik Diluar TV

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:55 WIB

Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:42 WIB

Andai Saya Bupati

Berita Terbaru

Penulis Didik Setia Budi, beberapa hari lalu, disebut Presiden Londo Ireng. (Diluartv Photo)

Berita

Mazdon, Kembalilah

Senin, 27 Jul 2026 - 19:04 WIB

Farin (kanan) Jurnalis Wanita Sumenep yang disebut Mazdon dalam tulisannya. (Diluartv Photo)

Berita

Jalan Sunyi Didik Diluar TV

Senin, 27 Jul 2026 - 15:42 WIB

Didik Setia Budi, Wartawan juga Penulis Cerpen. (Diluartv Photo)

Berita

Pria Asing, Melamar Jadi Cawabup

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:56 WIB

Penulis Didik Setia Budi. Punya sepeda jengki hijau. (Diluartv Photo)

Berita

Ditanya Hasan, Tentang Londo Ireng

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:55 WIB

Penulis sebelah kanan. Didik Setia Budi, lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

Berita

Andai Saya Bupati

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:42 WIB