BANGKALAN, diluartv.id- Sebanyak 27 Desa di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur mulai mengalami krisis air bersih di musim kemarau tahun ini.
Kondisi tersebut membuat ribuan warga kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sejumlah wilayah, masyarakat bahkan terpaksa membeli air bersih dari mobil tangki dengan harga mencapai Rp250 ribu untuk satu tangki berkapasitas 5.000 liter.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja, mengatakan pihaknya terus menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak sebagai langkah penanganan darurat selama musim kemarau.
“Untuk dropping setiap Senin sampai Kamis. Kita lakukan bergantian ke tiap desa,” kata Arif, Jumat (24/7/2026).
Selain itu menurut Arif, BPBD Bangkalan telah mengoperasikan dua armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih secara bergilir ke seluruh wilayah terdampak.
Selain menyalurkan bantuan, BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan dampak musim kemarau. Apabila jumlah desa yang mengalami kekeringan bertambah, distribusi air bersih akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami juga mengimbau agar masyarakat menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya.







