SURABAYA, diluartv.id- Sebagai bagian dari upaya penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menggelar Sertifikasi Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) Kemenaker RI. Kegiatan yang bekerja sama dengan PT Nusantara Traisser ini berlangsung selama tiga hari, pada 11–13 Mei 2026, bertempat di Kantor PT Terminal Teluk Lamong.
Pelatihan ini diikuti oleh 17 pegawai dari berbagai unit kerja di lapangan, Operator alat bongkar muat, Yard Talker, Ship Talker, Operation Ship Operator Assistant, termasuk tim peralatan dan teknologi informasi. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapsiagaan darurat tersebar merata di seluruh lini operasional pelabuhan.
Pelaksanaan pelatihan P3K ini juga merupakan pemenuhan regulasi K3 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Tempat Kerja. Regulasi tersebut mewajibkan perusahaan untuk menyediakan petugas P3K yang memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi sesuai tingkat risiko dan jumlah tenaga kerja di lingkungan perusahaan.
Berbeda dengan pelatihan dasar, sertifikasi ini membekali peserta dengan kurikulum yang komprehensif. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan teori di dalam kelas, tetapi juga diwajibkan mengikuti sesi praktik langsung guna memastikan kecakapan tindakan. Materi yang diberikan mencakup anatomi dan fisiologi manusia, Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan pajanan bahan kimia, hingga teknik tanggap darurat dan evakuasi korban.
Trainer pada pelatihan ini, Heri Suwarsono dan Herin Fikri Naufal, yang berpengalaman dalam bidang keselamatan kerja dan penanganan keadaan darurat di lingkungan industri. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan evaluasi, peserta akan memperoleh sertifikat resmi yang diakui oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi pertolongan pertama pada kecelakaan kerja.
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan sekaligus mendukung visi TTL sebagai smart port modern berstandar internasional. “Budaya keselamatan tidak hanya dibangun melalui sistem, tetapi juga melalui kesiapan dan kompetensi setiap individu dalam menghadapi situasi darurat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan insan TTL mampu memberikan pertolongan pertama dengan benar” ujarnya.
Kecepatan dan ketepatan dalam pemberian pertolongan pertama adalah faktor yang sangat krusial. Heri Suwarsono, instruktur pelatihan menjelaskan pentingnya keseriusan peserta dalam menyerap materi praktik. “Pelatihan ini bukan sekadar pemenuhan regulasi K3, melainkan pembekalan kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman saat terjadi kondisi darurat di lingkungan kerja,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, PT Terminal Teluk Lamong berharap dapat terus menciptakan lingkungan kerja yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan. Selain itu, perusahaan juga ingin memastikan setiap personel memiliki kesiapan dan kepercayaan diri yang tinggi dalam menangani situasi medis darurat demi mendukung kelancaran operasional perusahaan yang berkelanjutan. (far/red)













