Example floating
Example floating
BeritaKesehatan

Penderita TBC di Sumenep Capai 551 Kasus

×

Penderita TBC di Sumenep Capai 551 Kasus

Sebarkan artikel ini
SIGAP: Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep terus melakukan pendataan jumlah kasus TBC (istimewa)

SUMENEP, diluartv.id- Penyakit Tuberkulosis (TBC) kembali menjadi ancaman serius di Kabupaten Sumenep. Hingga April 2025, Dinas Kesehatan P2KB setempat mencatat sebanyak 551 kasus TBC tersebar di berbagai wilayah, dengan 7 kasus di antaranya menyerang anak-anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumenep, Achmad Syamsuri mengungkapkan, seluruh pasien tercatat sedang menjalani pengobatan aktif.

Evaluasi terhadap tingkat kesembuhan, kata dia akan dilakukan pada bulan keenam pengobatan, yaitu sekitar Juni hingga Juli 2025.

“Angka ini berdasarkan laporan pasien yang menjalani perawatan. Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan setiap pasien,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (14/4/2025).

Dirinya memaparkan, dari total kasus tersebut, 524 pasien merupakan orang dewasa sementara sisanya adalah anak-anak. Kondisi itu, sebut Syamsuri tentu memicu kekhawatiran lantaran penularan TBC sangat mudah terjadi di lingkungan padat penduduk dengan ventilasi buruk.

Akan tetapi, Dinkes P2KB juga meminta masyarakat untuk tidak mendiskriminasi penderita TBC, karena stigma negatif kerap menjadi penghalang utama kesembuhan pasien.

“Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting. Jangan ada pengucilan, karena ini bukan aib, tapi penyakit yang bisa disembuhkan,” ujarnya. 

Dia menerangkan, gejala TBC antara lain batuk lebih dari satu minggu, demam tak menentu, dan tubuh lemas. Lebih lanjut, pihaknya meminta masyarakat agar tidak menyepelekan gejala ini dan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Selama masa pengobatan, seluruh pasien TBC mendapatkan obat secara gratis. Pengobatan dilakukan selama enam bulan penuh dan harus dijalani secara rutin hingga tuntas.

“Petugas di seluruh puskesmas sudah kami bekali pelatihan khusus untuk menangani TBC. Kami minta masyarakat tetap proaktif,” pungkasnya. (mn/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *