SUMENEP, diluartv.id- Komunitas Nikmati Kopi Musik (NKM) yang sedang menggelar Lomba Karaoke Antar Komunitas mendadak diterpa isu panas. Sebuah media online, jurnal sekilas.com, menerbitkan berita yang menuding panitia membunuh masa depan salah satu peserta, Dati, pada babak penyisihan.
Namun tudingan tersebut langsung dimentahkan oleh panitia dan juri lomba. Mereka menilai tuduhan itu tak berdasar.
“Kami bekerja secara profesional dan objektif. Tidak ada istilah membunuh karier siapa pun. Justru lomba ini adalah ajang untuk menggali suara emas lokal yang selama ini terpendam,” tegas Ahmad A. Effendi, salah satu partisipan yang terlibat aktif dalam gelaran lomba ini.
Ketua panitia, H. Sugianto, dan Ketua Komunitas NKM, Akhmad Sayadi, menambahkan bahwa lomba ini bukan sekedar hiburan, tetapi juga ruang pencarian bakat asli daerah. Mereka menyesalkan adanya pihak-pihak yang berusaha mengganggu jalannya lomba dengan narasi yang tidak bertanggung jawab.
“Kalau pengamat politik mulai komentar soal kualitas suara dan kompetensi vokal, saya rasa itu sudah keluar jalur. Beda lapangan. Menilai suara dan teknik menyanyi ada ilmunya sendiri, tidak bisa sembarangan,” kata Ahmad Effendi dengan nada santai.
Diketahui, lomba ini digelar di Cafe Sapta, dan melibatkan dewan juri berpengalaman di bidang musik dan vokal. Semua proses penilaian dilakukan terbuka, adil, dan akuntabel.
“Media boleh bicara, tapi jangan sampai menyebar asumsi yang bisa mematahkan semangat para peserta. Kalau niatnya mendukung, beri kritik yang membangun, bukan menyerang tanpa data,” tambahnya lagi.
Pihaknya juga menegaskan bahwa mereka tidak akan terpengaruh oleh opini liar. Fokus utama tetap pada misi awal: membuka ruang panggung bagi talenta lokal dan merayakan musik sebagai bahasa pemersatu komunitas. (red)













