SUMENEP, diluartv.id- Bank BPRS Bhakti Sumekar mempercepat ekspansi program BBS Sekolah dengan mengoptimalkan kekuatan 31 jaringan kantor cabang dan kantor kas yang tersebar di berbagai wilayah. Langkah agresif ini dilakukan untuk mengejar target 90 sekolah pengguna layanan BBS Sekolah hingga tahun 2026 sekaligus memperluas pemanfaatan layanan digital BBS Mobile di lingkungan pendidikan.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan jaringan kantor yang dimiliki saat ini menjadi senjata utama perusahaan dalam memperluas penetrasi layanan ke sektor pendidikan.
Menurutnya, seluruh kantor cabang dan kantor kas telah diarahkan untuk aktif membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan di wilayah kerja masing-masing. Strategi tersebut diyakini mampu mempercepat perluasan layanan sekaligus memperkuat literasi keuangan syariah di kalangan pelajar.
“Target kami jelas, setiap jaringan kantor minimal mampu menjalin kerja sama dengan tiga lembaga pendidikan setiap tahun. Dengan pola ini, pencapaian target 90 sekolah pada tahun 2026 menjadi semakin realistis,” ujar Hairil Fajar.
BPRS Bhakti Sumekar juga terus melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan program. Persentase capaian akan disesuaikan dengan data terbaru setiap bulan guna memastikan target berjalan sesuai rencana.
“Selain mengandalkan jaringan kantor, perusahaan turut mengoptimalkan peran petugas lapangan untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada sekolah-sekolah yang menjadi mitra program,” jelasnya.
Pendekatan tersebut dilakukan agar pihak sekolah, siswa, dan orang tua semakin memahami manfaat BBS Sekolah, termasuk penggunaan layanan digital BBS Mobile yang menjadi bagian dari transformasi layanan perbankan syariah berbasis teknologi.
Dalam implementasinya, BPRS Bhakti Sumekar terus memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta lembaga pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep.
Program edukasi literasi keuangan syariah juga terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia dini.
“Tidak hanya menyasar sekolah di wilayah daratan, ekspansi program juga diarahkan ke kawasan kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan akses layanan keuangan,” tandasnya.
Meski kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri, Hairil optimistis jaringan kantor yang telah tersebar di berbagai wilayah mampu mempercepat perluasan layanan hingga ke daerah kepulauan.
Menurutnya, BBS Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai layanan penghimpunan dana, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan generasi muda.
“BBS Sekolah bukan sekadar program penghimpunan dana, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun karakter disiplin, kemandirian, dan literasi keuangan generasi masa depan Sumenep,” pungkasnya.
Melalui strategi ekspansi tersebut, BPRS Bhakti Sumekar optimistis target 90 sekolah pengguna BBS Sekolah pada 2026 dapat tercapai sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih melek keuangan dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital. (red)













