SUMENEP, DILUARTV.ID- Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mencari solusi untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya melalui kerja sama dengan industri lokal. Bupati Sumenep Achmad Fauzi bertemu kembali dengan H. Supriyadi (H. Adi), pemilik rokok lokal Makayasa, Sabtu (12/7), guna memperkuat sinergi pengembangan industri kretek inovatif yang padat karya.
Pertemuan ini menjadi lanjutan dari pembahasan sebelumnya yang menargetkan Makayasa mampu menyerap hingga 2.000 hingga 5.000 tenaga kerja lokal secara bertahap.
“Setiap usaha itu butuh proses dan kesabaran. Tidak ada angka seratus tanpa angka nol,” kata Bupati Fauzi, sambil menyebut usia Makayasa yang baru empat tahun masih berada dalam masa tumbuh yang krusial.
Bupati menegaskan, Pemkab akan terus memberi dukungan, baik secara moral maupun kelembagaan, agar usaha lokal seperti Makayasa berkembang dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Sementara itu, H. Adi menyampaikan bahwa Makayasa lahir atas karsa cita untuk masyarakat. Produk mereka lahir dari riset dan inovasi, salah satunya lewat teknologi TSG (Tempat Saring Ganda) yang dikembangkan bersama peneliti dari Jerman.
Filter ini ia klaim memberikan rasa lebih bersih dan berbeda dari rokok kretek biasa.
Makayasa juga tengah mengembangkan varian baru rasa apel untuk menyasar pasar anak muda dan kelas premium.
Selain inovasi produk, perusahaan ini sedang membangun gudang baru yang ditargetkan bisa menyerap 500 hingga 1.000 tenaga kerja lokal pada akhir 2025.
“Makayasa bukan hanya soal bisnis, lebih dari itu, kami punya komitmen untuk membangun Sumenep,” tegas H. Adi.
Industri kretek lokal ini sebelumnya telah meraih sejumlah penghargaan nasional, termasuk dari CNN Indonesia, SMSI Award, dan Harian Memorandum. (red)













