Bahaya Setengah Mabuk

Avatar of Redaksi

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Didik Setia Budi, pemimpin redaksi Diluar TV. (Diluartv Photo)

Penulis Didik Setia Budi, pemimpin redaksi Diluar TV. (Diluartv Photo)

SUMENEP, diluartv.id- Bahaya setengah mabuk. Nalarnya macet. Otaknya mandek. Tubuhnya labil. Kondisi ini yang menurut teman saya; seorang mantan pemabuk, sangat berbahaya. Orang setengah mabuk bisa berjalan normal. Walaupun agak sempoyongan. Biasanya langkahnya zig zag. Beda dengan yang full mabuk. Dia sudah tidak ingat apa-apa lagi. Tubuhnya loyo, mata terpejam. Diam.

Mengapa saya tertarik menulis bahaya setengah mabuk? Karena jarang-jarang saya bisa duduk dengan teman saya tadi. Pemabuk senior, jam terbang tinggi. Semua sudah dicobanya. Dari miras termurah, sampai yang belasan juta. Pengalamannya harus saya tulis rapi. Disini ada satu hal penting, walaupun ini dosa.

READ  Mantan Ketua DPRD Lamongan Dilaporkan Warga Terkait Penipuan

“Kalau mau mabuk, ya mabuk sekalian. Pemabuk harus totalitas. Mabuk kok setengah-setengah, itu bahaya,” katanya lagi di bangku Pelabuhan Kalianget.

“Di Sumenep ini mabuknya lucu. Masa mabuk, bisa balap liar. Mabuk, bisa tawuran. Mabuk, berbuat kriminal. Mereka itu setengah mabuk. Bukan pemabuk sejati. Mabuk kok buat gaya-gayaan. Ndeso. Yang namanya mabuk gak bisa keluyuran,” katanya kesal.

Saya terus menyimak.

“Makanya saya, sebagai mantan pemabuk, kadang ketawa. Misalnya ada judul berita: pelaku kriminal ditangkap dalam keadaan mabuk. Kan aneh, mabuk kok masih bisa maling. Gak bisa itu, tolong diralat. Pasti dia setengah mabuk. Saya tersinggung dengan narasi beritanya,” lanjutnya.

READ  Menjadi Wartawan itu Sulit, Sulit Sekali*

Satu hal lain yang jadi sorotan teman saya adalah fenomena miras oplosan. Ini menurutnya ada di level terburuk dunia pemabuk.

“Saya juga heran, pemabuk Junior sekarang itu aneh-aneh. Pengen mabuk dengan cara mencampur obat-obatan sachet. Ada lotion anti nyamuk bahkan. Ngeri kali sekarang. Dalam rumus pemabuk, itu keliru besar,” katanya tajam.

Di ujung pertemuan, saya nanya: Bang, di Sumenep makin banyak penjual miras. Gimana bang?

“Kalau kios dan toko miras, dari dulu memang ada. Walaupun jumlahnya sedikit. Mereka menjual miras, mirasnya dibawa pulang, yang minum mabuk, tidur lelap di kamar. Lha kalau sekarang kan beda. Tempat karaoke dan sejenisnya jual miras. Yang datang saling joget, kena senggol, tawuran. Sangat berbahaya. Mabuknya setengah-setengah. Kalau benar niat mabuk, ya sudah di rumah saja. Duduk di teras sendiri, minum 5 botol. Mabuk, masuk ke dalam,” katanya mengingatkan.

READ  Arif Firmanto, Birokrat Sumenep Segudang Penghargaan

Eh bang, kok malam-malam gini nongkrong di Pelabuhan?

“Tadi kan saya lihat WA, infonya ada demo ke tempat hiburan malam? Tiba-tiba katanya gagal. Gak tahu kenapa. Asem!

Facebook Comments Box

Penulis : Didik Setia Budi

Editor : Aria Bhaskara Yudhatama

Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontraktor Setengah Dewa
IJTI Korda Surabaya Demo Protes Sebutan Londo Ireng Prabowo
Miras Meluas, Sumenep Bisa Apa?
Kerupuk Pak Samuji, Kisah Merah Putih
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya
Pak Ariek, Kapolresta Tersibuk di Indonesia
Polresta Sumenep Tangkap Maling Motor di Pantai Taneros Ambunten
Mantan Ketua DPRD Lamongan Dilaporkan Warga Terkait Penipuan

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kontraktor Setengah Dewa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:12 WIB

Bahaya Setengah Mabuk

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:02 WIB

IJTI Korda Surabaya Demo Protes Sebutan Londo Ireng Prabowo

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:57 WIB

Miras Meluas, Sumenep Bisa Apa?

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:19 WIB

Kerupuk Pak Samuji, Kisah Merah Putih

Berita Terbaru

Penulis Didik Setia Budi. Punya sepeda jengki hijau. (Diluartv Photo)

Berita

Kontraktor Setengah Dewa

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:17 WIB

Penulis Didik Setia Budi, pemimpin redaksi Diluar TV. (Diluartv Photo)

Berita

Bahaya Setengah Mabuk

Sabtu, 1 Agu 2026 - 17:12 WIB

Penulis Didik Setia Budi (kanan). Alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo tahun 2000. (Diluartv Photo)

Berita

Miras Meluas, Sumenep Bisa Apa?

Jumat, 31 Jul 2026 - 13:57 WIB

Penulis Didik Setia Budi, lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

Berita

Kerupuk Pak Samuji, Kisah Merah Putih

Jumat, 31 Jul 2026 - 01:19 WIB