SUMENEP, diluartv.id- Sebanyak 48 pasang sapi kerapan di Sumenep, Jawa Timur berlomba dalam seleksi menuju ke ajang Kerapan Sapi Piala Presiden. Lomba digelar di lapangan kerapan sapi Giling, Kota Sumenep pada Minggu (14/9/2025).
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Mohammad Iksan mengatakan, ada 6 utusan pasangan sapi dari setiap kawedanan di Sumenep yang ikut berkompetisi.
“Ini adalah seleksi menuju ke Piala Presiden, jadi setiap kawedanan mengirim perwakilan. Nantinya akan dipilih 6 pasang sapi kerapan yang akan maju ke kasta tertinggi yaitu Piala Presiden di Bangkalan, Jawa Timur,” kata Iksan, Minggu (14/9/2025).
Dalam pelaksanaannya, lomba kerapan sapi di Stadion Giling dipadati ribuan penonton. Panitia dan petugas keamanan harus ekstra dalam mengatur jalannya lomba. Sementara untuk menghindari kericuhan diantara pemilik sapi, panitia menghadirkan teknologi cctv di garis finish.
“Ini untuk mengurangi potensi ricuh. Karena sangat sering sapi-sapi masuk di garis finis pada waktu yang hampir bersamaan. Makanya kami nyiapkan cctv, sebagai bukti kuat akan posisi tubuh dan kaki sapi saat di garis finis,” terang Panitia Lomba Kerapan Sapi, Nursalim, Minggu (14/9/2025).
Bagi pemilik sapi kerapan, masuk ke Piala Presiden menjadi kebanggaan tersendiri. Namun untuk menuju ke kasta tertinggi tersebut, dibutuhkan perjuangan yang sangat panjang.
“Harus menang di level kawedanan dulu. Terus naik ke tingkat Kabupaten Sumenep seperti hari ini. Baru setelahnya ke Piala Presiden,” kata Pelatih Kerapan Sapi Ismail di lokasi lomba.
Untuk itu menurut Ismail, seluruh kelompok Kerapan Sapi harus bekerjasama dalam menyiapkan kondisi fit pasangan sapi yang akan berlomba.
“Dari segi pakan dan minuman sapi adalah ramuan khusus. Jamu juga kita siapkan. Selain itu ya latihan lari untuk menjaga stamina dan kebugaran,” imbuh Ismail.
Sesuai tahapan, Kerapan Sapi Piala Presiden akan digelar pada Oktober 2025 mendatang di Kabupaten Bangkalan. Ada 32 pasang sapi yang akan berlaga di ajang ini, dan merupakan perwakilan dari 4 Kabupaten di Pulau Madura. (red)













