35 Kilo Narkoba Terapung: Madura Diincar, Moral Diterkam

Avatar of Redaksi

- Penulis

Jumat, 30 Mei 2025 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Koramil Masalembu dan Jurnalis TV. (istimewa)

Anggota Koramil Masalembu dan Jurnalis TV. (istimewa)

SUMENEP, diliartv.id- Markas TNI: Penjaga Moral yang Masih Tersisa. Yang menarik, laporan diterima bukan oleh lembaga narkotika, tapi oleh Markas TNI di pulau terpencil. Serka Yohanes, Serda Bambang, dan Koptu Yunus, tiga nama yang tiba-tiba menjadi benteng terakhir akal sehat Madura. Mereka bukan penyuluh, bukan orator, tapi mereka menyelamatkan satu pulau dari pesta sabu massal. Di negeri yang sering kali aparat sibuk debat seragam, ternyata yang menyelamatkan hari itu justru mereka yang diam-diam bekerja.

Madura bukan negeri dongeng, tapi kadang kisah yang terjadi di atas tanahnya terdengar seperti cerita mistik. Bayangkan, 35 kilogram sabu-sabu terapung santai di laut, seolah-olah sedang mencari pemilik yang siap menghancurkan satu generasi. Peristiwa ini bukan lelucon. Ini nyata. Ini Madura. Dari perairan 4 mil barat laut Pulau Masalembu menjadi saksi bisu. Narkoba kini tak perlu diselundupkan secara diam-diam, cukup dilempar ke laut dan biarkan arus moral yang rusak menariknya ke daratan.

READ  MEC 2026 Sumenep Siap Digelar, Panitia Cek Panggung dan Lighting

Ketika Laut Tak Lagi Bersahabat.
Dulu laut adalah sumber kehidupan. Kini laut berubah jadi kurir kematian. Dua warga Desa Suka Jeruk, Fadil dan Masto, tak pernah menyangka akan menemukan 35 bungkus sabu-sabu saat mereka hanya ingin mencari ikan, bukan mencari malapetaka. Beruntung, mereka melapor ke Koramil. Tapi mari kita bayangkan sejenak. Bagaimana jika yang menemukan adalah seorang pemuda putus sekolah yang frustrasi karena gagal ikut CPNS? Atau oknum preman lokal yang hobi pamer di media sosial?

Puluhan kilogram sabu itu bisa jadi senjata pemusnah massal dalam bentuk candu. Dan jika itu terjadi, Madura tak perlu tenggelam karena banjir, cukup tenggelam oleh euforia palsu dan logika yang terdistorsi.

READ  Bupati Fauzi Jalin Kerjasama Dengan KKP

Narkoba dan Budaya Madura: Siapa Menang? Madura dikenal keras, religius, dan kental dengan adat. Tapi narkoba tidak memilih korban. Ia tidak peduli apakah Anda keturunan bangsawan atau penjaga tambak. Sabu-sabu hanya tahu satu hal. Mengubah manusia menjadi makhluk yang tak lagi mampu membedakan realitas dan halusinasi.

Jika sabu masuk ke pelosok-pelosok desa, maka bukan hanya pemuda yang akan roboh. Seluruh tatanan sosial akan terguncang. Bayangkan generasi muda Madura yang dulu bangga mengangkat keris, kini malah menatap kosong karena otaknya dilubangi sabu. Kita tidak butuh banyak waktu untuk menyaksikan kehancuran jika ini dibiarkan. Karena satu butir sabu cukup untuk mematikan masa depan, dan 35 kilo sabu cukup untuk mengadakan festival kehancuran permanen di pualu dengan seribu pesantren ini.

READ  DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Isi Jabatan Definitif di Lima OPD

Ketika Laut Mengembalikan Candu.
Penemuan ini bukan semata-mata soal kriminalitas. Ini adalah tanda. Bahwa Madura sudah jadi pasar narkoba yang dibidik dengan sangat serius. Bahkan laut pun dijadikan jalur distribusi. Tidak ada lagi batas aman, karena moral masyarakat sedang dijadikan target. Mungkin benar, zaman sedang gila. Tapi lebih gila lagi jika kita membiarkan generasi ini diselamatkan oleh keberuntungan semata.

Hari ini mungkin sabu ditemukan oleh orang jujur. Tapi besok? “Jika budaya kalah oleh narkoba, maka Madura tak lagi dikenal karena karapan sapi, tapi karena karapan kehancuran mental.”Mari jaga laut kita, jaga tanah kita, dan lebih penting: jaga akal sehat kita sebelum semua yang kita banggakan tinggal kenangan dalam bingkai teler massal. (red)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Musik Jalanan! Cara Sumenep Sulap Musik Tongtong Jadi Event Nasional
Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan
DPO Kasus Penipuan Rp200 Juta Ditangkap, Kuasa Hukum Puji Kinerja Polresta Sumenep
Gelorakan Sepakbola SD, Cara Bupati Sumenep Gali Talenta Muda
Regulasi Piala AF Sport U-17 Sumenep Dimatangkan
MEC 2026 Sumenep Siap Digelar, Panitia Cek Panggung dan Lighting
10 Oktober, Piala AF Sport U-17 Digelar
Polresta Sumenep Gelar Sidang BP4R, Wujudkan Kesiapan Personel Menuju Kehidupan Berkeluarga

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bukan Musik Jalanan! Cara Sumenep Sulap Musik Tongtong Jadi Event Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPO Kasus Penipuan Rp200 Juta Ditangkap, Kuasa Hukum Puji Kinerja Polresta Sumenep

Minggu, 27 September 2026 - 22:08 WIB

Gelorakan Sepakbola SD, Cara Bupati Sumenep Gali Talenta Muda

Rabu, 23 September 2026 - 16:38 WIB

Regulasi Piala AF Sport U-17 Sumenep Dimatangkan

Sabtu, 19 September 2026 - 16:26 WIB

MEC 2026 Sumenep Siap Digelar, Panitia Cek Panggung dan Lighting

Berita Terbaru

Suasana khidmat pelaksanaan Apel Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Kantor Bupati Sumenep, di mana Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran Forkopimda memberikan amanat di atas panggung utama.

Pemerintahan

Ini Cara Pemkab Sumenep Dorong Santri Merambah Dunia Kewirausahaan

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:58 WIB