IJTI Korda Surabaya Demo Protes Sebutan Londo Ireng Prabowo

Avatar of Redaksi

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota IJTI Korda Surabaya menggelar demo memprotes sebutan Londo Ireng oleh Presiden Prabowo beberapa waktu lalu. (Diluartv Photo)

Anggota IJTI Korda Surabaya menggelar demo memprotes sebutan Londo Ireng oleh Presiden Prabowo beberapa waktu lalu. (Diluartv Photo)

SURABAYA, diluartv.id- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Surabaya menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (31/7/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas ucapan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut wartawan sebagai “londo ireng” dalam pidato Harlah ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), pekan lalu.

Ketua IJTI Korda Surabaya, Falentinus Hartayan, menegaskan bahwa labelisasi atau ungkapan tersebut sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang kepala negara dan dinilai melukai martabat jurnalis di seluruh Indonesia.

“Pernyataan tersebut sangat kami sesalkan. Ucapan itu berpotensi melukai martabat profesi jurnalis yang selama ini bekerja secara sah dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik,” ujar Falentinus Hartayan di sela-sela aksi.

READ  Mantan Ketua DPRD Lamongan Dilaporkan Warga Terkait Penipuan

5 Poin Sikap dan Tuntutan IJTI Korda Surabaya

Dalam penyampaian sikapnya, Falentinus membeberkan lima poin tuntutan utama dari IJTI Korda Surabaya terhadap pemerintah:

Pertama, Menyesalkan secara mendalam penggunaan istilah “londo ireng” oleh Presiden Prabowo yang mendiskreditkan profesi wartawan.

Kedua, Wartawan adalah profesi independen yang bekerja untuk kepentingan publik, menyampaikan informasi yang faktual dan berimbang, bukan untuk merusak bangsa.

READ  RSUD Sumenep Hadirkan Layanan Berbasis Digital

Ketiga, Insan Pers atau Wartawan merupakan warga negara Indonesia yang kerap mempertaruhkan keselamatan demi menjaga transparansi dan mengawal kebebasan demokrasi

Keempat, Jika ada keberatan terkait pemberitaan, hendaknya menggunakan mekanisme yang sah sesuai UU Pers—seperti Hak Jawab, Hak Koreksi, atau melapor ke Dewan Pers—tanpa harus menggeneralisasi atau memberikan stigma negatif.

Kelima, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers di Tanah Air.

Pers Adalah Pilar Demokrasi

Falentinus menambahkan bahwa pers bertindak sebagai pilar keempaat demokrasi yang menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Menurutnya, kritik yang disampaikan jurnalis adalah bagian dari amanat undang-undang yang harus dihormati.

READ  Peringati Tahun Baru Islam, Siswa Ta'miriyah Refleksikan Peristiwa Hijrah Dengan Pawai Ta'aruf

“Kebebasan pers adalah pilar utama demokrasi. Kami berharap hubungan antara pemerintah dan insan pers tetap dibangun atas dasar saling menghormati, bukan dengan melempar tuduhan atau stigma yang merendahkan,” tegas Falentinus.

Melalui aksi damai ini, IJTI Korda Surabaya berharap pemerintah dapat menyikapi kritik pers secara bijak demi menjaga iklim demokrasi yang sehat di Indonesia.

Facebook Comments Box

Penulis : Fari Alman

Editor : Didik Setia Budi

Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Miras Meluas, Sumenep Bisa Apa?
Kerupuk Pak Samuji, Kisah Merah Putih
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya
Pak Ariek, Kapolresta Tersibuk di Indonesia
Polresta Sumenep Tangkap Maling Motor di Pantai Taneros Ambunten
Mantan Ketua DPRD Lamongan Dilaporkan Warga Terkait Penipuan
IJTI Korda Madura Raya Perkuat Sinergi dengan Kapolresta Sumenep
DPC PDIP Sumenep Gelar Refleksi 30 Tahun Peristiwa Kuda Tuli

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:02 WIB

IJTI Korda Surabaya Demo Protes Sebutan Londo Ireng Prabowo

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:57 WIB

Miras Meluas, Sumenep Bisa Apa?

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:19 WIB

Kerupuk Pak Samuji, Kisah Merah Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:06 WIB

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:49 WIB

Pak Ariek, Kapolresta Tersibuk di Indonesia

Berita Terbaru

Penulis Didik Setia Budi (kanan). Alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo tahun 2000. (Diluartv Photo)

Berita

Miras Meluas, Sumenep Bisa Apa?

Jumat, 31 Jul 2026 - 13:57 WIB

Penulis Didik Setia Budi, lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

Berita

Kerupuk Pak Samuji, Kisah Merah Putih

Jumat, 31 Jul 2026 - 01:19 WIB

Kombes Pol. Ariek duduk bersama Ketua IJTI Korda Madura Raya Veros Afif. (Diluartv Photo)

Berita

Pak Ariek, Kapolresta Tersibuk di Indonesia

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:49 WIB