Miras Meluas, Sumenep Bisa Apa?

Avatar of Redaksi

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Didik Setia Budi (kanan). Alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo tahun 2000. (Diluartv Photo)

Penulis Didik Setia Budi (kanan). Alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo tahun 2000. (Diluartv Photo)

SUMENEP, diluartv.id- Kios semi permanen itu buka 24 jam. Lokasinya di pinggiran Kota Sumenep. Di depan, berjaga seorang pria. Di bagian dalam, rekannya sigap layani pembeli. Mayoritas yang datang adalah kalangan muda. Lama transaksi paling 5 menit. Setelahnya mereka keluar membawa bungkusan plastik hitam. Saat ditenteng, bunyi gemerincing botol. Itu miras.

Bergeser sedikit ke wilayah barat, lokasinya masih berdekatan. Botol-botol tampil lebih vulgar. Disini, kalangan muda datang jelang dini hari. Sebuah Hall penuh pengunjung. Apalagi akhir pekan. Meja-meja tamu penuh botol. Mereka larut dalam hentakan musik. Lampu warna-warni berputar, dalam ruangan remang.

READ  DPC PDIP Sumenep Gelar Refleksi 30 Tahun Peristiwa Kuda Tuli

Agak ke tengah kota lebih ironis. Sebuah kios berdiri depan Ponpes. Aktivitasnya sama, menjual miras. Lebih lengkap lagi, disini juga menjual snack seperti kacang dan keripik asin. Katanya untuk tambur bagi pemabuk.

Beda lagi dengan yang satu ini. Lokasinya di kawasan Pasar Sore Sumenep. Ini adalah kios rujukan bagi pemabuk low budget. Disini tersaji miras harga miring. Tuak, Arak, dan sejenisnya. Mereka yang datang, punya prinsip: yang penting mabuk, minum apapun jadi. Tapi soal ini masih prediksi. Mungkin lho ya.

READ  Kisah Anggaran Media Sumenep

Ironis. Dalam 5 tahun terakhir, jumlah toko dan kios penjual miras di Sumenep terus bertambah. Alkohol mudah dijumpai. Rumah hiburan malam bebas beroperasi. Masyarakat sudah biasa melihat kalangan muda mabuk, pulang dini hari, ngakak sepanjang jalan, blayer-blayer di permukiman. Di titik ini, miras mulai jadi ancaman. Nilai dan norma masyarakat terusik. Karena benar, miras berpotensi ganggu kamtibmas, juga memicu kriminalitas. Penyakit masyarakat ini harus ditolong dan disembuhkan.

Kalau miras meluas kita bisa apa? Saya ditanya teman Santri Pondok Pesantren Tertua di Sumenep. Dia nampak gusar dengan peredaran alkohol yang merajalela.

READ  Merespons Diksi "Londo Ireng", IJTI Ingatkan Pentingnya Menjaga Kemerdekaan Pers dan Demokrasi

Saya jawab, kita harus ingatkan para pihak yang berkewajiban untuk mengingatkan. Jangan-jangan mereka lupa. Contohnya kepolisian, TNI, Satpol PP, termasuk Pemkab Sumenep. Mereka harus kompak menegakkan Perda. Sumenep kan punya aturan, terapkan secara tegas.

Santri itu mengernyitkan dahi. Wajahnya belum puas.

Dari dulu sering diingatkan dan dirazia, kok miras makin meluas? Katanya lagi.

Kalau masih bandel, ya saatnya Tokoh Agama turun tangan. Di Sumenep kan ada ribuan Santri, Ustadz, Habib, dan Kyai. Miras meluas, masa gak panas..?

***

Facebook Comments Box

Penulis : Didik Setia Budi

Editor : Aria Bhaskara Yudha

Follow WhatsApp Channel diluartv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kerupuk Pak Samuji, Kisah Merah Putih
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya
Pak Ariek, Kapolresta Tersibuk di Indonesia
Polresta Sumenep Tangkap Maling Motor di Pantai Taneros Ambunten
Mantan Ketua DPRD Lamongan Dilaporkan Warga Terkait Penipuan
IJTI Korda Madura Raya Perkuat Sinergi dengan Kapolresta Sumenep
DPC PDIP Sumenep Gelar Refleksi 30 Tahun Peristiwa Kuda Tuli
Mazdon, Kembalilah

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:57 WIB

Miras Meluas, Sumenep Bisa Apa?

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:19 WIB

Kerupuk Pak Samuji, Kisah Merah Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:06 WIB

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:49 WIB

Pak Ariek, Kapolresta Tersibuk di Indonesia

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:40 WIB

Polresta Sumenep Tangkap Maling Motor di Pantai Taneros Ambunten

Berita Terbaru

Penulis Didik Setia Budi (kanan). Alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo tahun 2000. (Diluartv Photo)

Berita

Miras Meluas, Sumenep Bisa Apa?

Jumat, 31 Jul 2026 - 13:57 WIB

Penulis Didik Setia Budi, lahir di Kalianget. (Diluartv Photo)

Berita

Kerupuk Pak Samuji, Kisah Merah Putih

Jumat, 31 Jul 2026 - 01:19 WIB

Kombes Pol. Ariek duduk bersama Ketua IJTI Korda Madura Raya Veros Afif. (Diluartv Photo)

Berita

Pak Ariek, Kapolresta Tersibuk di Indonesia

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:49 WIB