LAMONGAN, diluartv.id- Wakil menteri pertanian Sudariyono Mengapresiasi capaian produktifitas hasil panen di Lamongan, hal itu disampaikan saat melakukan tanam padi di Desa Kebalankulon, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (30/05).
Lamongan menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional. Tak hanya menjadi daerah swasembada pangan di Jawa Timur, Lamongan juga terus memperkuat perannya sebagai lumbung pangan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono mengapresiasi capaian sektor pertanian Lamongan yang menjadi kabupaten dengan produktivitas pangan tertinggi di Jawa Timur. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi modal penting dalam mendukung target swasembada pangan nasional yang tengah digencarkan pemerintah.
“Hari ini kita melaksanakan gerakan tanam padi secara serentak di Jawa Timur. Lamongan adalah kabupaten dengan produktivitas pangan tertinggi di Jawa Timur, sementara Jawa Timur sendiri merupakan provinsi dengan produktivitas pangan tertinggi di Indonesia,” ujarnya.
Sudaryono mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, berbagai indikator pertanian menunjukkan tren positif. Mulai dari peningkatan produksi, ketersediaan pupuk yang lancar, harga pupuk yang lebih terjangkau, hingga hasil panen yang semakin baik. Selain itu, luas tanam dan luas panen juga mengalami peningkatan signifikan. Jika tahun sebelumnya luas panen tercatat sekitar 192 ribu hektare, pada tahun ini ditargetkan mencapai 233 ribu hektare.
Menurut Sudaryono, peningkatan produksi pangan sejatinya memiliki rumus sederhana, yakni memperbanyak luas tanam agar hasil panen juga meningkat. “Intinya yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Jadi kuncinya cuma satu, kalau ingin panen lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak. Tidak ada cara lain,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, pemerintah terus memastikan seluruh kebutuhan petani terpenuhi. Mulai dari ketersediaan air irigasi, pupuk, benih unggul, hingga dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan). “Supaya petani bisa menanam lebih banyak, semua kebutuhannya harus dipenuhi. Air irigasi tersedia, pupuk tersedia, bibit tersedia, alat mesin pertanian juga tersedia. Kalau semua itu terpenuhi, Insyaallah petani bisa menanam lebih banyak dan hasil panennya juga akan lebih banyak,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy mengapresiasi langkah maju sektor pertanian Lamongan yang mulai menerapkan modernisasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, penggunaan teknologi pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
“Saya senang sekali melihat proses budidaya pertanian di Lamongan yang sudah semakin modern. Sekarang persemaian tidak lagi dilakukan langsung di sawah, tetapi menggunakan baki atau tray. Penanamannya menggunakan transplanter, pemupukannya memakai drone, panennya menggunakan combine harvester, kemudian hasilnya diolah melalui penggilingan yang baik, disimpan dengan sistem yang baik, lalu didistribusikan dan dijual melalui koperasi-koperasi,” ujar Rachmat.
Menurutnya, pola pembangunan pertanian seperti itu menunjukkan bahwa hilirisasi tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha di sektor pengolahan dan distribusi, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.
Rachmat menilai Lamongan memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengembangan pertanian modern di Indonesia. Selain dikenal sebagai daerah unggulan produksi padi dan jagung, Lamongan juga dinilai siap menjadi pelopor pengembangan hilirisasi pertanian yang terintegrasi.
“Jadi kembali lagi, Lamongan ternyata bukan hanya unggul di jagung, tidak hanya unggul di padi, tetapi juga memiliki peluang besar untuk unggul dalam hilirisasi pertanian. Ini yang akan menjadi kekuatan baru bagi pembangunan ekonomi daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Gerakan tanam serentak ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat peningkatan produksi beras nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Dengan potensi lahan yang luas, dukungan infrastruktur pertanian, serta produktivitas yang terus meningkat, Lamongan diharapkan mampu menjadi salah satu daerah terdepan dalam mewujudkan cita-cita swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.(moh/red)













